Mengenal Sistem Kelistrikan Third Rail LRT Sumsel
13-11-2025 / 57 ViewsSistem Third Rail (Rel Ketiga/ Listrik Aliran Bawah) adalah salah satu metode untuk menyalurkan listrik ke kereta api atau kereta ringan (LRT). Dinamakan "rel ketiga" karena bentuknya seperti rel pada umumnya dan posisinya di samping dua rel utama yang dilalui roda kereta (untuk membawa beban dan memandu arah), terdapat rel tambahan ketiga yang berfungsi khusus sebagai penyalur listrik.
Listrik dari rel ketiga ini disalurkan ke kereta melalui sebuah perangkat yang disebut Sepatu Listrik (Shoebeam atau collector shoe) yang dipasang di bawah kereta dan selalu bergesekan dengan rel ketiga.
Bagaimana Sistem Third Rail Bekerja pada LRT Sumsel?
Berikut adalah penjelasan cara kerjanya secara ringkas:
-Sumber Listrik: Listrik diambil dari jaringan listrik PLN (3-phase) dan dinaikkan tegangannya di Gardu Induk Traksi.
-Penyaluran ke Rel: Listrik bertegangan tinggi (umumnya 750 Volt DC untuk LRT Sumsel) dialirkan melalui kabel khusus ke jalur rel ketiga.
-Penerimaan Daya pada Kereta: Kereta LRT memiliki perangkat Shoebeam/ Collector Shoe yang menjulur dari bawah bogie (roda kereta). Sepatu ini menekan dan meluncur di bawah permukaan rel ketiga, mendapatkan aliran listrik.
-Penggerak Motor: Listrik yang diterima ini kemudian di proses di trafo kemudian dialirkan ke motor traksi (motor penggerak) di dalam kereta untuk memutar roda mlmenggerakkan LRT dan menyalakan fasilitas LRT seperti lampu, AC, papan informasi DLL
Kelebihan Sistem Third Rail pada LRT Sumsel
1. Lebih Aman untuk Jalur Layang (Elevated): LRT Sumsel sebagian besar jalurnya berada di atas jalan (elevated). Sistem third rail dianggap lebih aman karena rel bertegangan listrik terletak di sisi dalam jalur, sulit dijangkau oleh publik yang berada di bawahnya atau di stasiun, berbeda dengan kabel di atas (overhead catenary) yang rentan terhadap objek terbang seperti layangan.
2. Biaya Konstruksi Awal Lebih Murah: Instalasi rel ketiga umumnya lebih hemat biaya dibandingkan pemasangan tiang dan kabel udara sepanjang jalur.
3. Estetika: Tidak adanya kabel-kabel listrik di atas kepala membuat pemandangan di sepanjang jalur layang menjadi lebih bersih dan tidak mengganggu pemandangan kota.
4. Efisien untuk Jarak Menengah: Sistem ini sangat cocok untuk sistem LRT seperti di Palembang yang memiliki jarak tempuh dan frekuensi yang sudah diperhitungkan.

6 Comment
Jhone Michale
Nov 09 2021
replyLorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod temincidid labore et dolore magna aliqua. Ut enim miniming veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.
jhon doe
Nov 09 2021
replyLorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiustempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veninostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip
Jenifer Hearly
Nov 09 2021
replyLorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod temincidid labore et dolore magna aliqua. Ut enim miniming veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.