Sambut Baik Kunjungan Wagub Jatim ke Stasiun Gubeng, Kepala BTP Kelas I Surabaya: Kami Harap Proyek SRRL Terlaksana Tanpa Hambatan
12-12-2025 / 17 ViewsSurabaya – Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mengunjungi Stasiun Surabaya Gubeng pada Jumat (12/12) untuk berkoordinasi dengan Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, serta PT KAI Daop 8 Surabaya terkait pengembangan Proyek Surabaya Regional Railways Line (SRRL). Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Kepala BTP Kelas I Surabaya, Denny Michels Adlan.
Dalam kesempatan tersebut, Denny menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap pengembangan angkutan massal berbasis rel di wilayah perkotaan.
“Terima kasih Pak Wagub atas kunjungannya. Ini merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam menyediakan angkutan massal, khususnya di kawasan perkotaan,” ujar Denny.
Ia menambahkan, sebagai kota terbesar kedua di Indonesia, Surabaya sudah saatnya memiliki sistem transportasi massal yang andal dan terintegrasi untuk melayani mobilitas masyarakat di Surabaya dan sekitarnya.
“Dengan dukungan Bapak Wakil Gubernur, kami berharap proyek ini dapat terlaksana tanpa hambatan. Mulai dari tahap perencanaan bersama tim konsultan hingga pelaksanaan konstruksi nantinya, semuanya dapat berjalan tepat waktu,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Jawa Timur menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat yang telah memprioritaskan pengembangan jaringan kereta api metropolitan yang menghubungkan Kota Surabaya dengan Kabupaten Sidoarjo. Ia berharap proyek SRRL dapat meningkatkan keandalan sistem perkeretaapian di Jawa Timur, khususnya di kawasan Surabaya Raya.
“Harapan kami, proyek ini akan meningkatkan keandalan sistem perkeretaapian. Saat ini jalur yang ada masih didominasi single track. Dengan penambahan jalur rel, kapasitas layanan akan meningkat secara signifikan. Namun tentu saja pelaksanaannya akan menghadapi berbagai tantangan di lapangan,” jelas Emil.
Menurutnya, kunjungan ke Stasiun Surabaya Gubeng dilakukan untuk menyamakan pemahaman seluruh pemangku kepentingan, terutama menjelang dimulainya kegiatan desain teknis yang ditargetkan berlangsung pada awal Januari mendatang.
Konstruksi SRRL sendiri dijadwalkan dimulai pada tahun 2027 dan akan dilaksanakan dalam dua tahap. Emil pun mengimbau masyarakat untuk bersabar, mengingat proses desain teknis perkeretaapian membutuhkan waktu yang cukup panjang dan tingkat ketelitian yang tinggi.
“Sering kali masyarakat atau netizen bertanya, ‘Pak, kapan groundbreaking SRRL?’ Untuk diketahui, saat ini kita berada pada tahap akhir pengadaan railway design consultant atau konsultan desain perkeretaapian,” ungkap Emil.
Ia menjelaskan, nilai pengadaan konsultan desain tersebut berkisar antara 7–8 juta euro. Besarnya nilai tersebut sebanding dengan kompleksitas pekerjaan desain jalur rel, terutama untuk pengembangan jalur ganda (double track) yang memerlukan presisi teknis tinggi serta kajian mendalam terhadap jalur eksisting.
“Proses desain ini membutuhkan ketelitian dan akurasi tinggi, sehingga diperkirakan memakan waktu sekitar 1,5 tahun. Apabila seluruh tahapan berjalan lancar, konstruksi SRRL diharapkan dapat dimulai pada tahun 2027,” pungkasnya. (NSA)

6 Comment
Jhone Michale
Nov 09 2021
replyLorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod temincidid labore et dolore magna aliqua. Ut enim miniming veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.
jhon doe
Nov 09 2021
replyLorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiustempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veninostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip
Jenifer Hearly
Nov 09 2021
replyLorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod temincidid labore et dolore magna aliqua. Ut enim miniming veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.