Posko Angkutan Nataru 2025/2026 Resmi Ditutup, Prasarana Perkeretaapian Terjaga di Tengah Tantangan Bencana
05-01-2026 / 19 ViewsJakarta — Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi secara resmi menutup Posko Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 pada Sabtu, 4 Januari 2026, pukul 23.59 WIB, setelah penyelenggaraan layanan transportasi nasional selama masa libur Nataru berjalan aman, lancar, dan terkendali, meskipun dihadapkan pada tantangan bencana alam di sejumlah wilayah.
Menhub Dudy mengatakan, penyelenggaraan Angkutan Nataru tahun ini merupakan periode yang tidak biasa karena berlangsung bersamaan dengan penanganan berbagai bencana di daerah.
“Libur Nataru tahun ini merupakan Nataru yang tidak biasa. Di satu sisi kita melayani mobilitas masyarakat, di sisi lain kita dihadapkan pada sejumlah bencana di berbagai daerah. Dalam situasi seperti ini, kehadiran negara melalui kerja nyata menjadi sangat penting dan bermakna bagi masyarakat,” ujar Dudy.
Kondisi tersebut menuntut kesiapsiagaan ekstra, empati, serta koordinasi lintas sektor yang intensif guna memastikan seluruh moda transportasi tetap beroperasi secara optimal. Pemerintah pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, TNI–Polri, BUMN, operator transportasi, asosiasi, serta para petugas di lapangan.
Pada sektor perkeretaapian, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) memastikan kesiapan dan keandalan prasarana selama masa Nataru melalui pemantauan intensif terhadap stasiun, jalan rel, jembatan, wesel, persinyalan, serta fasilitas pendukung lainnya, khususnya di wilayah rawan bencana.
Berdasarkan hasil pemantauan dan laporan kondisi di lapangan, prasarana perkeretaapian terpantau dalam kondisi aman, sehingga perjalanan kereta api dapat berlangsung lancar tanpa gangguan berarti. Langkah mitigasi risiko, inspeksi rutin, serta kesiapsiagaan petugas prasarana turut menjadi kunci dalam menjaga keselamatan dan kelancaran operasional KA selama periode libur akhir tahun.
Posko Angkutan Nataru juga menjadi bentuk komitmen DJKA dalam menghadirkan layanan transportasi kereta api yang aman, andal, dan nyaman, sekaligus memastikan fungsi prasarana tetap optimal sebagai tulang punggung operasional perkeretaapian nasional.
Seluruh dinamika pergerakan penumpang, ketepatan waktu perjalanan, hingga aspek keselamatan terdokumentasi secara digital dan akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh dalam menyiapkan penyelenggaraan Angkutan Lebaran mendatang yang memiliki tingkat kompleksitas lebih tinggi.
Pemerintah juga mengajak seluruh pihak untuk terus mendoakan dan memberikan dukungan kepada masyarakat terdampak bencana, khususnya di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, seraya menegaskan pentingnya kehadiran negara melalui pelayanan publik yang nyata dan berkelanjutan.
Dengan berakhirnya Posko Angkutan Nataru 2025/2026, diharapkan seluruh evaluasi dan pembelajaran selama periode ini dapat menjadi bekal dalam menghadirkan layanan Angkutan Lebaran yang lebih aman, selamat, dan tertib bagi masyarakat. (DPP)

6 Comment
Jhone Michale
Nov 09 2021
replyLorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod temincidid labore et dolore magna aliqua. Ut enim miniming veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.
jhon doe
Nov 09 2021
replyLorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiustempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veninostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip
Jenifer Hearly
Nov 09 2021
replyLorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod temincidid labore et dolore magna aliqua. Ut enim miniming veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.