Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang, BTP Kelas I Jakarta Pasang Concrete Level Crossing di Empat Lokasi
01-01-2026 / 19 ViewsJakarta – Dalam rangka meningkatkan keselamatan pada perlintasan sebidang, Satuan Kerja Perawatan dan Pengoperasian Prasarana Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Jakarta melaksanakan pemasangan Concrete Level Crossing (CLC).
Perlintasan sebidang atau Jalur Perlintasan Langsung (JPL) merupakan titik temu antara perjalanan kereta api dan lalu lintas jalan. Titik ini menjadi salah satu area paling berisiko dalam sistem transportasi darat di Indonesia.
Berdasarkan data PT KAI tahun 2025, saat ini terdapat 3.896 perlintasan sebidang di Indonesia, yang terdiri dari 2.803 JPL resmi dan 1.093 JPL liar. Dari jumlah tersebut, masih terdapat 1.879 JPL yang tidak terjaga, baik resmi maupun liar. Padahal, data menunjukkan bahwa 81% kecelakaan di perlintasan terjadi di JPL yang tidak dijaga.
Dalam lima tahun terakhir, jumlah kecelakaan di perlintasan sebidang terus meningkat:
· 2020: 269 kejadian
· 2021: 277 kejadian
· 2022: 288 kejadian
· 2023: 328 kejadian
· 2024: 337 kejadian
Total selama 2020–2024 terjadi 1.499 kecelakaan, dengan 1.226 korban jiwa, terdiri dari:
· 450 orang meninggal dunia
· 318 luka berat
· 458 luka ringan
Artinya, rata-rata 24 orang menjadi korban setiap bulan akibat kecelakaan di perlintasan sebidang.
Dari jenis kendaraan yang terlibat, 55% merupakan sepeda motor, dan 45% kendaraan roda empat atau lebih. Ini menunjukkan bahwa pengguna jalan raya adalah pihak yang paling rentan ketika melintas di jalur kereta api.
Selain membahayakan manusia, kecelakaan di perlintasan juga berdampak besar pada operasional kereta api. Dalam lima tahun terakhir, jumlah lokomotif tertemper terus meningkat:
· 2020: 490 unit
· 2021: 527 unit
· 2022: 617 unit
· 2023: 660 unit
· 2024: 756 unit
Data ini menunjukkan bahwa risiko di perlintasan sebidang bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga soal keselamatan publik dan keberlangsungan layanan kereta api.
Untuk itu, Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Jakarta melakukan peningkatan keselamatan melalui pemasangan Concrete Level Crossing (CLC). CLC membuat permukaan perlintasan lebih rata, kuat, dan stabil, sehingga kendaraan tidak mudah terjebak, tergelincir, atau terhambat saat melintas rel. Hal ini sangat penting untuk mengurangi potensi kecelakaan, terutama di perlintasan dengan volume lalu lintas tinggi.
Adanya pemasangan CLC permukaan lintasan yang lebih rata, kuat, dan stabil, sehingga meminimalkan risiko kendaraan tergelincir, terperosok, maupun terhambat saat melintas di jalur kereta api.
CLC memiliki keunggulan dibanding perkerasan konvensional, antara lain daya tahan yang lebih tinggi terhadap beban lalu lintas, kemudahan perawatan, serta kemampuan menjaga geometri lintasan tetap presisi. Hal ini sangat penting untuk memastikan roda kendaraan dapat melintas dengan aman tanpa mengganggu keselamatan perjalanan kereta api.
Kegiatan pemasangan CLC ini dilaksanakan pada perlintasan sebidang dengan kelas Jalan Nasional di empat lokasi, yaitu:
- JPL 294 Merak;
- JPL 13 Ciwandan;
- JPL 174 Citeras;
- JPL 179 Rangkasbitung.
Pekerjaan dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari pembongkaran perkerasan lama, penataan badan jalan, pemasangan panel CLC, hingga finishing berupa pengaspalan. Seluruh tahapan dilaksanakan dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan kerja serta keselamatan operasional perjalanan kereta api.
Perlintasan sebidang adalah titik pertemuan antara perjalanan kereta api dan lalu lintas jalan raya. Di titik inilah risiko kecelakaan bisa terjadi jika tidak ditunjang oleh infrastruktur yang aman dan perilaku berlalu lintas yang tertib.
Dengan CLC, roda kendaraan tidak lagi mudah terjebak di celah rel, permukaan jalan tidak bergelombang, dan kendaraan dapat melintas dengan lebih lancar. Hal ini sangat penting karena setiap hambatan di perlintasan sebidang dapat membahayakan keselamatan pengendara maupun perjalanan kereta api.
Namun, infrastruktur yang baik harus diiringi dengan kesadaran pengguna jalan. Saat melintasi perlintasan sebidang:
· Selalu berhenti saat sinyal berbunyi atau palang pintu mulai menutup
· Dahulukan perjalanan kereta api
· Pastikan lintasan aman sebelum melintas
· Jangan berhenti atau parkir di atas rel
Keselamatan di perlintasan sebidang adalah tanggung jawab bersama.
Dengan infrastruktur yang lebih aman seperti CLC dan perilaku berlalu lintas yang tertib, kita bisa menekan angka kecelakaan dan menyelamatkan lebih banyak nyawa.
Humas BTP Jakarta

6 Comment
Jhone Michale
Nov 09 2021
replyLorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod temincidid labore et dolore magna aliqua. Ut enim miniming veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.
jhon doe
Nov 09 2021
replyLorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiustempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veninostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip
Jenifer Hearly
Nov 09 2021
replyLorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod temincidid labore et dolore magna aliqua. Ut enim miniming veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.