Petakan Peluang Dibukanya Jalur KA Kalisat-Bondowoso, BTP Surabaya Lakukan Survei Identifikasi Desain
27-01-2026 / 28 ViewsTingginya minat masyarakat Jember dan Bondowoso terhadap layanan kereta api mendorong perlunya persiapan yang dilakukan secara detail dan matang. Pada Selasa (27/1/26), Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya telah menyelesaikan kegiatan Survei Identifikasi Desain (SID) sebagai tahap awal untuk memperoleh gambaran kondisi eksisting serta memetakan potensi hambatan pada jalur kereta api nonaktif lintas Kalisat–Bondowoso.
Kegiatan yang berlangsung selama satu pekan ini bertujuan mengidentifikasi kondisi jalur nonaktif Kalisat–Bondowoso–Panarukan, meliputi trase rel, jembatan, stasiun, lahan, hingga titik-titik yang mengalami kerusakan maupun perubahan fungsi. Selain itu, survei juga mengumpulkan data teknis dasar sebagai referensi awal perencanaan, seperti panjang jalur, kondisi struktur prasarana, serta potensi kendala yang mungkin muncul apabila jalur tersebut diaktifkan kembali.

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya, Denny Michels Adlan, mengungkapkan bahwa SID ini akan menjadi landasan awal bagi pelaksanaan survei lanjutan yang lebih komprehensif dan mendalam pada tahap perencanaan berikutnya.
“Kami melakukan pengambilan gambar dan plotting menggunakan GPS agar seluruh kondisi jalur dapat terpetakan secara akurat,” ujarnya.
Menurut Denny, kegiatan ini sekaligus mampu mengidentifikasi berbagai potensi hambatan yang akan dihadapi jika jalur kembali dioperasikan. “Beberapa stasiun telah beralih fungsi. Selain itu, sejumlah jembatan meskipun masih terlihat baik, tetap perlu dianalisis kembali kekuatan strukturnya—apakah masih layak digunakan, perlu penggantian, atau bahkan dibangun ulang apabila mengalami kerusakan berat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Denny menambahkan bahwa kendala pembukaan kembali jalur Kalisat–Bondowoso kini telah mulai terpetakan. Meski secara trase jalur relatif masih mudah dikenali, diperlukan koordinasi lanjutan dengan para pemangku kepentingan mengingat sejumlah titik jalur berada dekat permukiman dan tidak lagi steril.
“Selain penertiban, perlu pula disiapkan akses jalan alternatif bagi warga, karena beberapa jembatan kereta api saat ini telah dimanfaatkan masyarakat sebagai jalur penyeberangan,” tutupnya.
Sebagai informasi, jalur kereta api lintas Surabaya Kota–Kalisat–Bondowoso–Panarukan dibangun oleh perusahaan kereta api Hindia Belanda, Staatsspoorwegen, pada tahun 1897. Segmen Kalisat–Bondowoso–Panarukan berhenti beroperasi pada tahun 2004.
Pada 2023, BTP Surabaya bersama Komunitas Indonesian Railway Preservation Society (IRPS) berhasil menyelamatkan serta memindahkan salah satu alat peraga sinyal tebeng tipe Krian yang kondisinya memprihatinkan dari Stasiun Prajekan ke Stasiun Krian, Sidoarjo. Sebelumnya, jalur ini juga telah melalui studi kelayakan pada tahun 2022, yang menunjukkan tingginya minat masyarakat di wilayah Jember, Bondowoso, hingga Situbondo terhadap rencana reaktivasi jalur tersebut.

6 Comment
Jhone Michale
Nov 09 2021
replyLorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod temincidid labore et dolore magna aliqua. Ut enim miniming veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.
jhon doe
Nov 09 2021
replyLorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiustempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veninostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip
Jenifer Hearly
Nov 09 2021
replyLorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod temincidid labore et dolore magna aliqua. Ut enim miniming veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.