Stasiun Jatake Diresmikan, Ditjen Perkeretaapian Perkuat Konektivitas Transportasi Massal di Tangerang Raya
28-01-2026 / 14 ViewsBanten (28/1/2026) — Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Dudy Purwagandhi, meresmikan Stasiun Kereta Api Jatake yang berlokasi di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Selasa (28/1). Peresmian ini menandai hadirnya simpul baru perkeretaapian yang diharapkan mampu meningkatkan konektivitas serta kualitas layanan transportasi massal bagi masyarakat, khususnya di kawasan Serpong, BSD, dan sekitarnya.
Acara peresmian tersebut turut dihadiri oleh Gubernur Banten Andra Soni, Bupati Tangerang Maesyal Rasyid, jajaran Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin, Direktur Utama PT Sinarmas Land Michael Widjaja, serta para pemangku kepentingan terkait lainnya.
Dalam sambutannya, Menteri Perhubungan menegaskan bahwa pembangunan transportasi publik saat ini tidak semata-mata dimaknai sebagai penyediaan infrastruktur fisik, tetapi juga sebagai upaya menghadirkan ruang hidup yang lebih manusiawi, berkelanjutan, dan inklusif bagi masyarakat.
“Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga pembangunan Stasiun Jatake dapat terwujud tanpa menggunakan dana APBN, melalui skema kolaborasi yang sehat dan saling menguatkan,” ujar Menhub.
Stasiun Jatake dibangun dengan luas bangunan lebih dari 3.000 meter persegi, dilengkapi fasilitas peron yang memadai, serta dirancang untuk melayani puluhan ribu penumpang setiap harinya. Kehadiran stasiun ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas layanan, kenyamanan, serta keselamatan pengguna jasa kereta api, khususnya di wilayah Serpong, BSD, dan sekitarnya.
“Beroperasinya Stasiun Jatake tentu menambah pilihan, kenyamanan, dan kualitas layanan bagi masyarakat. Inilah esensi transportasi publik—terjangkau, teratur, dan memberi kemudahan dalam kehidupan sehari-hari,” imbuhnya.
Menhub juga menegaskan bahwa peresmian Stasiun Jatake sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya pengembangan transportasi massal sebagai investasi sosial, dengan manfaat yang harus dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama para pekerja dan pengguna angkutan umum.
Direktorat Jenderal Perkeretaapian menilai pengoperasian Stasiun Jatake sebagai langkah strategis dalam memperkuat konektivitas antara kawasan permukiman dan pusat kegiatan ekonomi melalui sistem transportasi massal. Selain meningkatkan aksesibilitas, keberadaan stasiun ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal serta mendukung pengembangan kawasan berbasis transit.
Ke depan, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian akan terus mendorong pengembangan prasarana perkeretaapian melalui skema kolaboratif yang berkelanjutan guna mewujudkan sistem transportasi nasional yang lebih efektif, efisien, dan berdaya saing.
(DPP)

6 Comment
Jhone Michale
Nov 09 2021
replyLorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod temincidid labore et dolore magna aliqua. Ut enim miniming veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.
jhon doe
Nov 09 2021
replyLorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiustempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veninostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip
Jenifer Hearly
Nov 09 2021
replyLorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod temincidid labore et dolore magna aliqua. Ut enim miniming veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.