Apresiasi DJKA, Kantor Staf Presiden: Tidak Ada yang Melebihi Ketepatan Waktu Kereta Api, Bahkan Pesawat Sekalipun
12-03-2026 / 14 Views“Tolong mitigasi setiap risiko yang ada,” demikian kata-kata Presiden Prabowo yang dikutip Hartanto, Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Presiden dalam kunjungan timnya ke Stasiun Surabaya Pasar Turi, Kamis (12/3) sore. Kunjungan ini dihadiri pula oleh Kepala Pusat Data dan Informasi Kemenhub Raymond Ivan Sianturi, Direktorat Sarana DJKA, Kepala BTP Kelas I Surabaya DJKA Denny Michels Adlan, dan EVP Daop 8 Surabaya Daniel Hutabarat.
Dalam kunjungan ini, selain memantau pergerakan penumpang, Kantor Staf Presiden (KSP) juga memantau kondisi stasiun. Banyak hal yang dicek, misalnya: toilet dan ruang tunggu penumpang. “Semuanya sudah bagus. Kereta api dan stasiun selalu jadi benchmark,” kata Hartanto.
“Bahkan dibandingkan dengan angkutan udara sekalipun. Ketepatan waktunya dapat diandalkan. Ketepatan waktu ini jadi salah satu inti keberhasilan mudik, selain keselamatan dan antisipasi lonjakan penumpang,” tambahnya.
Bagi Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya DJKA, jelas sudah bahwa komitmen menghadapi masa Angkutan Lebaran 2026 ini harus dipersiapkan secara matang. “Kami sudah lakukan rampcheck baik itu di rangkaian kereta, lokomotif, hingga stasiun,” ungkap Kepala BTP Kelas I Surabaya DJKA Denny Michels Adlan. Menurut Denny, kolaborasi cantik antara DJKA dengan operator seperti PT KAI dan KCI, hingga Dinas Perhubungan menjadi investasi berharga di masa Posko Angkutan Lebaran. “Pemerintah Daerah sangat support pula ke kami. Kami sangat berterima kasih,” tambahnya.
Khusus untuk penanganan keselamatan di perlintasan sebidang, Denny menyebutkan bahwa telah ada koordinasi yang sangat baik dengan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Direktorat Lalu Lintas Polda Jatim, hingga Dinas Perhubungan Kabupaten/Kota tentang penanganan 295 perlintasan yang tidak terjaga di Jawa Timur, baik yang liar maupun yang teregister.
“Dari 1001 perlintasan sebidang, ada 295 yang tidak terjaga. Pemprov dan Polda Jatim berkomitmen untuk selama masa posko ini akan dijaga. Saya benar-benar concern, mengingat ada 24 KA fakultatif dan tambahan yang akan lewat. Petugas PJL harus diedukasi betul,” ujarnya.

Selain itu, Denny juga menambahkan bahwa dalam koordinasi yang telah dilakukan oleh DJKA bersama dengan Pemprov Jatim dan Polda Jatim, semua pihak sepakat untuk menempatkan man power di seluruh JPL yang ada dengan skema kerjasama dengan Pemerintah Desa. Nantinya, operasional para petugas PJL ini akan diatur dalam APBDes. "Ini sudah kami wujudkan di Bojonegoro dan Jombang. Kita bisa lakukan," pungkasnya.
Secara khusus, DJKA melalui BTP Kelas I Surabaya juga aktif mendorong peran semua pihak untuk meningkatkan keselamatan dalam masa Posko Angkutan Lebaran, terlebih di perlintasan sebidang. Terutama di Simpang Mengkreng. "Kami berharap ada action yang lebih komprehensif karena di sana ada banyak angkutan berhenti atau ngetem. Ada toko oleh-oleh, ada SPBU, dan banyak lagi," tutup Denny.
Dalam tinjauan ini, KSP secara khusus mengapresiasi subsektor kereta api di bawah DJKA dalam mempersiapkan masa Posko Angkutan Lebaran. “Koordinasinya sangat solid. Tolong dicek betul kesiapan operasionalnya. Kami harap juga ada pengambilan keputusan yang tepat ketika terjadi worst case,” tutup Hartanto.

6 Comment
Jhone Michale
Nov 09 2021
replyLorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod temincidid labore et dolore magna aliqua. Ut enim miniming veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.
jhon doe
Nov 09 2021
replyLorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiustempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veninostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip
Jenifer Hearly
Nov 09 2021
replyLorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod temincidid labore et dolore magna aliqua. Ut enim miniming veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.