Komisi V DPR RI Tinjau Rusun TOD Pondok Cina, Wujud Hunian Terintegrasi Transportasi Publik

22-05-2026 / 10 Views

Dalam rangka mendukung Program Pembangunan 3 Juta Rumah sekaligus mendorong pengembangan kawasan perkotaan yang terintegrasi dengan transportasi publik, Komisi V DPR RI melaksanakan Kunjungan Kerja Spesifik ke kawasan Rumah Susun berbasis Transit Oriented Development (TOD) Pondok Cina, Kota Depok, pada Jumat (22/5).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, PT Kereta Api Indonesia (Persero), Pemerintah Kota Depok, Perum Perumnas, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait lainnya.

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mewujudkan transformasi tata kelola perkotaan yang lebih terintegrasi, efisien, dan berkelanjutan melalui pembangunan hunian yang terhubung langsung dengan layanan transportasi massal. Rusun TOD Pondok Cina merupakan salah satu proyek strategis yang direncanakan memiliki 44 lantai dengan nilai investasi mencapai sekitar Rp1,4 triliun.

Pengembangan TOD Pondok Cina diharapkan tidak hanya menghadirkan hunian modern di kawasan perkotaan, tetapi juga memberikan akses kepemilikan rumah yang lebih mudah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan masyarakat yang belum memiliki hunian. Dalam kesempatan tersebut, Komisi V DPR RI menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, dan sektor swasta dalam mendukung Program Pembangunan 3 Juta Rumah. Mengingat backlog perumahan nasional yang masih mencapai sekitar 9,6 juta unit, diperlukan langkah percepatan pembangunan hunian melalui optimalisasi pemanfaatan lahan serta penguatan kolaborasi lintas sektor.

Selain menjawab kebutuhan perumahan, konsep TOD dinilai mampu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi melalui integrasi langsung dengan transportasi publik. Kehadiran hunian yang terhubung dengan stasiun KRL diharapkan dapat menciptakan pola mobilitas yang lebih efisien, ramah lingkungan, serta berkontribusi dalam mengurangi kemacetan di kawasan perkotaan.

Dalam kesempatan tersebut, turut dibahas pula potensi pengembangan kawasan TOD lainnya, seperti di Serpong, Depok, dan Lenteng Agung, termasuk optimalisasi aset perkeretaapian yang berpotensi dikembangkan menjadi kawasan hunian terintegrasi transportasi publik. Sejumlah kawasan TOD yang telah berjalan, seperti Jatake dan Tenjo Baru, turut menjadi contoh implementasi pengembangan kawasan berbasis transportasi massal.

Dari sisi regulasi, pengembangan TOD memerlukan dukungan kebijakan lintas sektor, penyelarasan perencanaan tata ruang, serta penguatan kerja sama antara pemerintah, operator transportasi, dan pengembang. Hal tersebut menjadi faktor penting dalam mempercepat penyediaan hunian yang terintegrasi dengan transportasi publik sekaligus memastikan keberlanjutan pengelolaan kawasan di masa mendatang.

Dari sisi layanan transportasi, PT Kereta Commuter Indonesia menyampaikan bahwa kawasan Pondok Cina memiliki potensi mobilitas yang sangat tinggi dengan sekitar 392 perjalanan KRL per hari dan volume pengguna mencapai kurang lebih 40 ribu penumpang. Kondisi ini menunjukkan besarnya peluang integrasi antara hunian dan transportasi publik dalam mendukung mobilitas masyarakat perkotaan.

Selama kunjungan, rombongan meninjau progres pembangunan, fasilitas kawasan, konektivitas antarmoda, serta potensi pengembangan kawasan berbasis transportasi publik di masa mendatang. Kegiatan ini juga menjadi wadah koordinasi lintas sektor dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, operator transportasi, dan pengembang perumahan guna mempercepat realisasi pembangunan hunian yang terintegrasi dengan sistem transportasi nasional.

Melalui pengembangan Rusun TOD Pondok Cina, pemerintah berharap dapat menghadirkan model pembangunan kawasan perkotaan yang modern, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung pemerataan akses terhadap hunian layak dan transportasi publik yang aman, nyaman, serta terjangkau bagi masyarakat.

 

Humas BTP Jakarta

6 Comment

Jhone Michale

Nov 09 2021

reply

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod temincidid labore et dolore magna aliqua. Ut enim miniming veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

jhon doe

Nov 09 2021

reply

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiustempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veninostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip

Jenifer Hearly

Nov 09 2021

reply

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod temincidid labore et dolore magna aliqua. Ut enim miniming veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.