Kondisi Jalur KA Lumpur Lapindo Jadi Perhatian, DJKA Segera Siapkan SOP Penanganan Kondisi Darurat
08-07-2026 / 35 ViewsSurabaya - Jalur kereta api di kawasan Lumpur Lapindo menjadi perhatian Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan usai Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS) menyatakan kawasan tersebut sebagai daerah rawan. Direktur Jenderal Perkeretaapian Allan Tandiono bersama Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api (LLAKA) Arif Anwar serta Kepala Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya Denny Michels Adlan dan tim pun meninjau lokasi pada Rabu (8/7).
Denny mengatakan, peninjauan dilakukan karena jalur kereta di kawasan tersebut dalam kondisi kritis. Dalam 20 tahun terakhir sudah dilakukan peninggian trek itu hampir tiga meter.
“Antara tahun 2022 sampai 2026, terjadi penurunan 1 meter dari permukaan laut. Melihat kondisi tersebut, ini membuktikan bahwa stabilitas subgrade trek sudah dalam kondisi yang kritis. Sehingga, untuk melakukan peninggian, perbaikan, atau pengembangan infrastruktur jalur kereta api di titik tersebut sudah tidak feasible (memungkinkan),” ujarnya.
Maka langkah-langkah penanganan jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang sangat diperlukan. Terlebih hingga saat ini penanganan yang dilakukan hanya sebatas perawatan rutin berupa angkatan listring dan penambahan balas.
“Untuk jangka menengah dan panjang, kami memang sudah ada perencanaan terkait relokasi. Tetapi untuk jangka pendek, diperlukan konsolidasi dan sinergi penanganan antara PT KAI, Balai, dan Pemerintah Daerah setempat. Terkait jika ada kondisi darurat (banjir atau kondisi kritis lainnya), itu belum ada SOP atau Emergency Plan untuk penanganannya. Inilah yang diminta oleh Bapak Dirjen agar SOP-nya segera disusun,” jelas Denny.
SOP tersebut ditargetkan akan selesai di tahun ini. Sehingga pihak-pihak terkait dapat segera melakukan kesiapan kondisi darurat.
“Dalam tahun ini harus selesai. Mengingat dalam beberapa bulan ke depan musim hujan sudah datang, kita harus siap prepare for the worst, khususnya untuk mengantisipasi banjir. Kita tidak tahu kapasitas pompa bisa bekerja seberapa besar saat kondisi banjir, nobody knows,” pungkasnya.
(NSA).

6 Comment
Jhone Michale
Nov 09 2021
replyLorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod temincidid labore et dolore magna aliqua. Ut enim miniming veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.
jhon doe
Nov 09 2021
replyLorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiustempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veninostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip
Jenifer Hearly
Nov 09 2021
replyLorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod temincidid labore et dolore magna aliqua. Ut enim miniming veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.