DJKA Perkuat Kolaborasi dan Inovasi Perkeretaapian melalui RailwayTech Indonesia 2026

28-07-2026 / 24 Views

Jakarta – Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan memperkuat komitmennya dalam mendorong pengembangan teknologi dan inovasi perkeretaapian nasional dengan berpartisipasi dalam RailwayTech Indonesia 2026. Mengusung tema “Advanced, Safe, Smart, and Sustainable Rail Transport", pameran dan koferensi yang berlangsung pada 28–30 Juli 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, tersebut menjadi wadah strategis bagi para pemangku kepentingan untuk berbagi pengetahuan, memperkenalkan inovasi terkini, serta memperkuat sinergi dalam mendukung pengembangan transportasi perkeretaapian yang aman, cerdas, dan berkelanjutan.

Kehadiran DJKA dalam kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Perkeretaapian, Allan Tandiono beserta jajaran unit kerja eselon II di lingkungan DJKA serta Balai Pengujian Perkeretaapian. Partisipasi ini merupakan wujud komitmen DJKA dalam mempererat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna mendorong transformasi sektor perkeretaapian melalui penerapan teknologi, peningkatan kualitas infrastruktur, serta penguatan keselamatan dan pelayanan transportasi kereta api.

Mewakili Plt Direktur Prasarana Perkeretaapian, Arief Sudyatmoko selaku Plt Kasubdit Jalur dan Bangunan Kereta Api Wilayah I turut menjadi salah satu narasumber dalam sesi diskusi yang membahas tentang pengembangan infrastruktur perkeretaapian. Pada kesempatan tersebut Arief memaparkan berbagai tantangan dan kebutuhan pengembangan infrastruktur perkeretaapian Indonesia di masa depan, mulai dari penguatan regulasi, percepatan transformasi digital, hingga pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pembangunan transportasi berbasis rel yang aman, modern, dan berkelanjutan.

Arief menjelaskan bahwa perkembangan teknologi menuntut regulasi yang semakin adaptif agar mampu mengakomodasi inovasi sekaligus menjaga aspek keselamatan. Menurutnya, regulator perlu bertransformasi tidak hanya sebagai penyusun dan penegak aturan, tetapi juga sebagai fasilitator yang mampu mendorong terciptanya ekosistem perkeretaapian yang inovatif dan berdaya saing. Hal tersebut diwujudkan melalui pembaruan regulasi teknis, penerapan standar infrastruktur berbasis risiko, pengembangan basis data infrastruktur yang terintegrasi, pemanfaatan teknologi digital seperti Digital Twin dan Internet of Things (IoT) dalam manajemen aset, serta penyederhanaan regulasi untuk mendukung investasi di sektor perkeretaapian.

"Ke depan, kerangka regulasi perkeretaapian perlu bertransformasi dari pendekatan yang berfokus pada kepatuhan menjadi instrumen yang mampu mendorong inovasi, meningkatkan ketahanan infrastruktur, dan menjamin keberlanjutan pengelolaannya sepanjang siklus hidup aset," tuturnya.

Lebih lanjut, Arief menegaskan bahwa pengembangan infrastruktur perkeretaapian tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Diperlukan sinergi antara regulator, operator, industri, akademisi, penyedia teknologi, dan mitra pembangunan agar tercipta ekosistem perkeretaapian yang mampu menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Partisipasi dalam RailwayTech Indonesia 2026 menjadi salah satu langkah nyata DJKA dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor serta mendorong pemanfaatan inovasi dan teknologi di bidang perkeretaapian. Melalui sinergi antara pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat, DJKA optimistis pembangunan perkeretaapian nasional akan semakin maju sehingga mampu menghadirkan layanan transportasi yang aman, modern, efisien, berkelanjutan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan peningkatan konektivitas antarwilayah di Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut DJKA juga menghadirkan booth pameran sebagai sarana edukasi dan diseminasi informasi kepada masyarakat terkait peran strategis DJKA dalam mendukung sistem transportasi nasional. Masyarakat juga dapat memperoleh informasi seputar program pembangunan infrastruktur perkeretaapian, pengembangan jaringan kereta api nasional, serta berbagai kebijakan dan inovasi yang telah dilakukan pemerintah untuk meningkatkan keselamatan, kualitas layanan, dan konektivitas transportasi berbasis rel. (DPP).

6 Comment

Jhone Michale

Nov 09 2021

reply

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod temincidid labore et dolore magna aliqua. Ut enim miniming veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

jhon doe

Nov 09 2021

reply

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiustempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veninostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip

Jenifer Hearly

Nov 09 2021

reply

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod temincidid labore et dolore magna aliqua. Ut enim miniming veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.