Petakan Risiko dan Perencanaan untuk Pengembangan SRRL di Daerah Rawan

26-08-2026 / 22 Views

Surabaya - Setelah proses proyek Surabaya Regional Railway Line (SRRL) Fase I-A Surabaya Gubeng-Sidoarjo masuk dalam tahap Detail Engineering Design (DED), Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) melalui Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya bersama Bank Pembangunan Jerman (KfW) dan PT KAI Daop 8 Surabaya mulai memetakan untuk pengembangan SRRL selanjutnya. Salah satu yang dinilai berpotensi adalah pengembangan jalur SRRL menuju ke wilayah selatan melintasi Porong. Namun, jalur yang berada persis di samping tanggul Lumpur Lapindo saat ini berada dalam kondisi yang rawan.

Hal inilah yang membuat DJKA bersama KfW dan Chodai sebagai konsultan DED SRRL melakukan survei dan tinjauan langsung di jalur kereta api yang berada di Porong, Sidoarjo pada Kamis (27/8) pagi. Jalur yang membentang dari utara ke selatan ini memerlukan solusi permanen agar kereta api yang melintas selalu dalam keadaan aman. Mitigasi risiko ini sangat perlu dipersiapkan mengingat jalur KA di kawasan Porong ini sudah setiap tahun dilakukan peninggian sementara.

“Sesuai permintaan Wakil Gubernur Jawa Timur untuk dapat mengembangkan SRRL di luar lingkup fase yang sudah ada, saat ini kami melihat secara langsung bagaimana yang sebenarnya terjadi bersama KfW,” ucap Kepala BTP Kelas I Surabaya DJKA, Denny Michels Adlan. 

Menurut Denny, KfW tertarik untuk memelajari demand yang berada di sekitar koridor Surabaya-Sidoarjo. Termasuk rencana extend SRRL yang sedang dikerjakan saat ini. “Tentunya kami di DJKA juga menyampaikan bahwa kami mempunyai rencana relokasi jalur ini untuk melewati Tulangan hingga Gununggangsir,” imbuhnya.

Denny juga menyebutkan bahwa proses relokasi jalur KA Sidoarjo-Tanggulangin-Porong ini harus dilakukan dengan cepat mengingat kondisi geologi jalur KA. “Secara umum untuk saat ini masih aman dan layak dilintasi KA. Tetapi kita tidak pernah tahu manakala kondisi alam sewaktu-waktu mengalami perubahan akibat material yang terangkat ke permukaan secara terus-menerus. Kami mencoba menginisiasi kembali setelah sejak pandemi rencana relokasi kami berhenti,” katanya.

“Kami juga sudah menyampaikan ke KfW bagaimana dan apa yang telah maupun yang belum kami lakukan beserta kendalanya seperti apa. Setelah risiko kami petakan, lalu kami akan menyusun perencanaan untuk update studi-studi yang pernah dilakukan sebelumnya yang sudah tidak relevan untuk saat ini. Harapan kami, rencana ini dapat terealisasi kembali setelah stuck selama hampir 7 tahun,” pungkas Denny.

(VE/NSA)

6 Comment

Jhone Michale

Nov 09 2021

reply

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod temincidid labore et dolore magna aliqua. Ut enim miniming veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

jhon doe

Nov 09 2021

reply

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiustempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veninostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip

Jenifer Hearly

Nov 09 2021

reply

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod temincidid labore et dolore magna aliqua. Ut enim miniming veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.