DJKA dan KfW Pantau dan Kawal Kembali Pengerjaan DED SRRL
28-08-2026 / 23 ViewsSurabaya - Untuk memastikan pengerjaan Detail Engineering Design (DED) proyek Surabaya Regional Railway Line (SRRL) Fase I-A oleh Chodai, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) bersama Bank Pembangunan Jerman (KfW) dan PT KAI Daop 8 Surabaya terus memantau dan meninjau agar terus berjalan sesuai rencana. Jumat (28/8) pagi, DJKA bersama KfW, Chodai, dan PT KAI Daop 8 Surabaya meninjau titik-titik lokasi yang menjadi highlight utama dalam pengerjaan DED, di antaranya Viaduk Gubeng, Stasiun Pasarturi, dan Depo Sidotopo.
Kepala Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya Denny Michels Adlan menyebut, langkah ini dilakukan agar pengerjaan DED benar-benar sesuai dengan kebutuhan, baik kebutuhan masyarakat maupun kebutuhan teknis SRRL tersebut. “Ini semua untuk masyarakat Surabaya, Sidoarjo, dan Jawa Timur pada umumnya. Kami ingin agar nantinya SRRL ini benar-benar bermanfaat,” ujarnya.
Menurut Denny, beberapa hambatan seperti di Viaduk Gubeng memang membutuhkan sinergi dari banyak pihak. “Seperti yang kita tahu ya, Viaduk Gubeng ini merupakan cagar budaya yang termasuk BCB Tipe A. Tentu tim DED dari Chodai harus menghitung betul bagaimana skenario-skenario yang mungkin bisa dilakukan. Termasuk bagaimana membangun SRRL tanpa melupakan preservasi bangunan bersejarah,” kata Denny.

Denny juga menambahkan, kebutuhan desain kereta listrik tentu tidak sama dengan kereta api reguler. “Nantinya harus ada Listrik Aliran Atas (LAA), harus ada ruang bebas lebih besar. Ini yang masih dikalkulasi oleh teman-teman di Chodai. Nah, kami bersama KfW ingin melihat langsung bagaimana studi yang mereka lakukan ini di kondisi riil-nya. Kami terus kawal proses ini tiap bulannya,” sambungnya.
Khusus untuk Sidotopo, kata Denny, diperlukan juga komunikasi yang intens dengan operator (PT KAI) mengingat lokasi lahan calon Depo SRRL yang juga akan dibangun Depo Terpadu. “Sejauh ini tidak ada masalah. Setelah solusi diberikan oleh Bapak Direktur Jenderal Perkeretaapian, Depo SRRL dapat disinergikan dengan rencana teman-teman operator. Ada beberapa opsi yang diberikan oleh Chodai dan semuanya baik,” pungkasnya.
Proyek SRRL Fase I-A adalah proyek jaringan kereta api listrik (KRL) yang akan membentang dari Stasiun Sidotopo hingga Sidoarjo. Proyek ini merupakan kerjasama antara Kementerian Perhubungan, Kementerian Keuangan, dan KfW. SRRL nantinya akan mengubah jalur Surabaya ke Sidoarjo menjadi jalur ganda dengan dialiri listrik, memperbarui lima stasiun serta membangun tiga flyover di Surabaya dan Sidoarjo. Saat ini, proyek SRRL sedang dalam pengerjaan DED oleh Chodai, konsultan asal Jepang.
(VE/NSA)

6 Comment
Jhone Michale
Nov 09 2021
replyLorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod temincidid labore et dolore magna aliqua. Ut enim miniming veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.
jhon doe
Nov 09 2021
replyLorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiustempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veninostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip
Jenifer Hearly
Nov 09 2021
replyLorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod temincidid labore et dolore magna aliqua. Ut enim miniming veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.