Pastikan Jalur Ganda Wonokromo-Sepanjang dan SRRL Selaras, DJKA Perkuat Koordinasi Lintas Sektor

16-10-2026 / 9 Views

Surabaya – Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) melalui Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan proyek pembangunan Jalur Ganda Wonokromo–Sepanjang (JGWS) dan Surabaya Regional Rail Line (SRRL) dapat berjalan sesuai lini masa yang telah ditetapkan. Langkah ini menjadi krusial mengingat kedua proyek strategis tersebut memiliki titik singgungan dan irisan teknis yang cukup kompleks di Stasiun Wonokromo.

“Pembangunan jalur ganda ini tetap harus dilakukan untuk memenuhi PSN (Proyek Strategis Nasional) dan meningkatkan pelayanan masyarakat. Untuk itu kita perlu berkoordinasi dan melakukan sinkronisasi antara desain JGWS dan SRRL yang nantinya akan bersinggungan di Stasiun Wonokromo,” kata Kepala BTP Kelas I Surabaya, Denny Michels Adlan, dalam Rapat Sinkronisasi Rencana JGWS dan SRRL bersama konsultan asal Jepang, Chodai Co., Ltd. dan Dardela, serta Konsultan Reviu Barata, Jumat (16/10).

Kini, ada sejumlah tantangan teknis yang sedang dihadapi. Mulai dari desain emplasemen Stasiun Wonokromo yang saat ini tengah dikaji lebih lanjut oleh Chodai bersama Dardela selaku pelaksana pekerjaan Railway Design Consultant (RDC) SRRL; pertimbangan penambahan jalur di BH 26 dan penyesuaian wesel oleh Konsultan Reviu Barata.

Hasil analisis yang dilakukan Chodai menunjukkan bahwa terdapat potensi keamanan perjalanan KA dari total 240 perjalanan KA per hari di rute SRRL Fase I-A dari Surabaya Gubeng sampai Sidoarjo. Untuk mengatasinya, menurut Chodai,  diperlukan interlocking block (IB) antara Gedangan – Sidoarjo sehingga potensi ini dapat diminimalkan. Selain itu, diperlukan pula penyelesaian masalah pembebasan lahan untuk pembangunan jalan raya baru di sisi timur emplasemen Stasiun Wonokromo.

Menanggapi hal tersebut, Denny menekankan pentingnya penetapan ruang lingkup pekerjaan yang jelas serta penyusunan tahapan (staging) konstruksi yang matang. Langkah ini perlu dilakukan untuk meminimalisir risiko bongkaran ulang di lapangan apabila pekerjaan JGWS dieksekusi terlebih dahulu.

“Karena kesepakatan untuk ruang lingkup pekerjaan masing-masing proyek belum dapat ditentukan, maka kami akan segera melakukan koordinasi bersama Direktorat Prasarana, Direktorat Lalu Lintas, serta Sekretaris Jenderal Perkeretaapian guna memastikan pola operasi dan menetapkan kepastian track layout emplasemen Stasiun Wonokromo,” jelas Denny.

Sementara untuk penyelesaian kebutuhan lahan di depan RSAL, Denny menyatakan pihaknya akan melakukan pembahasan khusus bersama Kementerian PUPR demi menjaga lini masa pembangunan tetap on track.

(NSA/VE)

6 Comment

Jhone Michale

Nov 09 2021

reply

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod temincidid labore et dolore magna aliqua. Ut enim miniming veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

jhon doe

Nov 09 2021

reply

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiustempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veninostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip

Jenifer Hearly

Nov 09 2021

reply

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod temincidid labore et dolore magna aliqua. Ut enim miniming veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.