Otomatisasi Kereta Urban di LRT Jabodebek
30-11-2025 / 141 ViewsLRT melaju tanpa masinis, ketika melayani pengguna transportasi publik di lintas Stasiun LRT Dukuh Atas ke Stasiun LRT Jatimulya. Masih ada ASP (Awak Sarana Perkeretaapian) di dalam kereta, namun sebatas berjaga jika terjadi gangguan. CBTC kereta urban LRT Jabodebek disebut masuk di level GoA 3.
Tim Satpel Wilayah I Depok (Balai Perawatan Perkeretaapian) akhir November 2025 mendapat kesempatan langka untuk observasi secara langsung fasilitas perawatan LRT Jabodebek. LRT Jabodebek sendiri merupakan divisi yang tidak terpisah dari manajemen PT Kereta Api Indonesia (Persero). Lokasi kantor Divisi LRT Jabodebek berdekatan dengan Stasiun LRT Jatimulya.
Teknologi perkeretaapian berkembang dengan cepat, terutama di wilayah kota besar. Operator kereta api perkotaan semakin banyak ditemukan di wilayah Jakarta. Kereta LRT Jabodebek, menjadi satu diantara operator perkeretaapian modern di Jakarta, bersama KRL Commuter Line yang telah lama beroperasi, MRT Jakarta dan LRT Jakpro.
Berdasarkan pengamatan di lapangan, LRT Jabodebek digerakkan oleh tenaga listrik, dengan alat pemasok listrik yang berbeda dengan LAA (Listrik Aliran Atas) yang ditemukan di Commuter Line. Alat pemasok listrik pada LRT Jabodebek adalah Current Collector Device (CCD) yang terletak di sisi samping bawah sebelah kiri sarana.
Sebagai sarana perkeretaapian modern, LRT Jabodebek disematkan berbagai perangkat persinyalan untuk meningkatkan kemampuan otomatisasi kereta.
Level otomatisasi LRT Jabodebek disebut berada di GoA 3. Tim teknis dari Divisi LRT Jabodebek mengungkapkan bahwa sebagai kereta api modern, konstruksi LRT Jabodebek dibekali dengan sistem operasi Communication-Based Train Control (CBTC).
Communication-Based Train Control merupakan salah satu pengembangan dari sistem pengoperasian kereta api yang menggunakan sistem blok bergerak. Pada sistem blok bergerak, jarak aman antar kereta api tidak lagi ditentukan oleh blok-blok rel dengan panjang yang tetap, melainkan berdasarkan kecepatan serta posisi dari kereta api yang beroperasi pada suatu rel.
Mengutip Jurnal Otomasi Kontrol dan Instrumentasi, dengan judul Perancangan Sistem Communication-Based Train Control (CBTC) Berbasis Sensor Fusion, CBTC itu sendiri adalah sebuah perkembangan terkini dari sistem persinyalan kereta api. Di era digital, seluruh perangkat dapat terhubung lewat jaringan komunikasi data, termasuk sistem persinyalan kereta api. CBTC memiliki karakteristik mampu menentukan posisi kereta dengan akurat dan presisi, serta mampu melakukan komunikasi data dua arah secara kontinu dengan kapasitas data besar antara kereta api dengan perangkat yang terdistribusi di sepanjang rel untuk memastikan kereta tetap berada pada jarak amannya dengan kereta lain.
Menurut Asosiasi Transportasi Publik Internasional (UITP), yang disebut pada laporan Tesis Prodi Magister Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung (ITB) berjudul Pendeteksian Obyek Pada Lalu Lintas Beragam di Indonesia Untuk Kendaraan Otonom Berbasis Algoritme Yolov5, level otomasi pada moda transportasi kereta didasari pada beberapa parameter. yaitu Automated Train Operation (ATO), Automated Train Protection (ATP), dan Automated Train Control (ATC).
Level otomasi terebut diberi nama dengan Grade of Automation (GoA). GoA ini kemudian dibagi menjadi lima level, yaitu GoA 0: yaitu kereta dikendalikan sepenuhnya oleh masinis tanpa bantuan sistem keselamatan. GoA 1: yaitu Non-Automated Train Operation (NTO). Terdapat masinis yang bertugas di dalam kabin dan sistem otomasi yang mencegah operasi tidak aman yang dilakukan oleh masinis tersebut dalam hal batas kecepatan (ATP).
GoA 2: yaitu Semi-automated Train Operation (STO). Sistem ATO mengendalikan pergerakan kecepatan kereta dengan melakukan percepatan dan perlambatan. Pergerakan kereta tersebut disupervisi oleh sistem ATP. Masinis dalam kabin mengobservasi jalannya sistem dan menghentikan kereta jika terdapat situasi bahaya. Proses buka-tutup pintu kereta bisa dilakukan otomatis atau dikendalikan oleh masinis.
Kemudian, GoA 3: yaitu Driverless Train Operation (DTO). Tidak ada masinis yang bertugas di kabin untuk mengobservasi jalannya sistem dan menghentikan kereta jika terdapat situasi bahaya. Keamanan kereta saat keberangkatan, termasuk buka-tutup pintu kereta menjadi tanggung jawab staff operasi di dalam kereta atau bisa dilakukan secara otomatis.
Terakhir, GoA 4: yaitu Unattended Train Operation (UTO). Pada level ini sudah tidak ada lagi staff operasi yang bertugas di dalam kereta. Keamanan kereta saat keberangkatan, termasuk buka-tutup pintu kereta dilakukan secara otomatis.
“Sarana (perkeretaapian), yang membuat dia (dikatakan) otomatis itu adalah dia tertanam komponen persinyalan, GoA 1 jika ada (komponen) ATP, naik GoA 2 itu ada ATO, menjalankan, mengatur kecepatan dan mengentikan kereta sesuai perintah ATS, yang GoA 3 jika ditambah komponen ATS (Automatic Train Supervision) yang ada di OCC (Operation Control Center), dia tugasnya benar-benar apa yang ada di kereta, OCC mengetahuinya”, terang Bagas, salah satu Tim Teknis Divisi LRT Jabodebek ketika menjelaskan paparan kepada Balai Perawatan Perkeretaapian.
Ketika reporter, menjajal LRT Jabodebek dari Stasiun LRT Dukuh Atas ke Stasiun LRT Jatimulya, terpantau pergerakan kereta tidak dilakukan oleh masinis, masih ada ASP (Awak Sarana Perkeretaapian) yang ada di atas sarana, yang bersifat berjaga sewaktu-waktu jika ada gangguan operasional di lintasan. Perjalanan antar titik pemberhentian tercatat tepat waktu, dan lebih cepat dibanding bila menggunakan moda transportasi darat. Pengoperasian sarana juga berjalan lancar, tidak ada keluhan didapat selama perjalanan menggunakan kereta dengan teknologi GoA 3 tersebut.
Untuk menopang pemeliharaan kereta, terdapat fasilitas perawatan LRT yang terintegrasi. Lokasi fasilitas berada di satu area dengan kantor divisi LRT Jabodebek.
Terdapat beberapa tempat perawatan sarana LRT Jabodebek yaitu Light Maintenance Area, Stabling Area (kapasitas 20 trainset) , Operation Control Centre, Heavy Maintenance Area (kapasitas 3 trainset), KAI Office, Automatic Train Wash Plant, terdapat juga Test Track sepanjang 650 meter.
Apabila dikomparasi dengan fasilitas perawatan Depo KRL Depok, secara pokok, dapat dikatakan sama, yang membedakan di kebaruan alat pendukung perawatan yang melekat didalamnya. Fasilitas perawatan LRT Jabodebek dioperasikan baru pada medio 2023, sedangkan Depo KRL Depok sudah dioperasikan sejak tahun 2008.
Sebagai informasi, Depo KRL Depok merupakan aset BMN yang dikelola oleh Balai Perawatan Perkeretaapian. Pengoperasian Depo KRL Depok dilakukan melalui sinergi antara regulator dan operator perkeretaapian melalui skema kerja sama pemanfaatan aset antara PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) dan Balai Perawatan Perkeretaapian. Sementara, fasilitas perawatan LRT Jabodebek secara penuh dikelola sekaligus diperasikan oleh PT KAI (Persero) melalui Divisi LRT Jabodebek.
Manajemen LRT Jabodebek melakukan perawatan kereta, berdasarkan Sispro Riksa Rawat Sarana LRT, yang diadopsi dari Manual Produk PT INKA (Persero) sebagai produsen kereta.
Instruksi kerja perawatan sarana dibagi menjadi setidaknya delapan belas kelompok, meliputi diantaranya perawatan kelompok komponen CCD, High Voltage, SIV, TCMS, VVVF, Brake Resistor, Mater Controller, HSCB, Bogie, serta ada komponen Automatic & EN Type Coupler.
Secara kondisi faktual, terdapat 31 trainset LRT Jabodebek yang Siap Guna, 26 trainset diantaranya dioperasikan untuk layanan transportasi kereta api, dengan dua trainset cadangan. (yogo)

6 Comment
Jhone Michale
Nov 09 2021
replyLorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod temincidid labore et dolore magna aliqua. Ut enim miniming veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.
jhon doe
Nov 09 2021
replyLorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiustempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veninostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip
Jenifer Hearly
Nov 09 2021
replyLorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod temincidid labore et dolore magna aliqua. Ut enim miniming veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.