Direktur LLAKA Sampaikan Arahan dalam Konsultasi Publik Proyek Feeder LRT Harjamukti-Mekarsari
05-11-2025 / 31 ViewsDirektur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api (LLAKA) turut menghadiri acara Konsultasi Publik Penyusunan Studi Pendahuluan Skema Pembiayaan Proyek Pembangunan Feeder LRT Harjamukti–Mekarsari pada hari Rabu 5 November 2025 yang diselenggarakan oleh Bappelitbang Kota Bekasi. Pada kesempatan tersebut, Direktur LLAKA memberikan paparan mengenai urgensi, tantangan, dan arah pengembangan transportasi perkotaan sebagai bagian dari upaya meningkatkan konektivitas wilayah Jabodetabek.
Dalam sambutannya, Direktur menyampaikan bahwa pertumbuhan mobilitas masyarakat, khususnya di Kota Depok dan sekitarnya, terus meningkat dan menimbulkan berbagai tantangan seperti kemacetan, keterbatasan lahan parkir, serta waktu perjalanan yang tidak efisien. Untuk itu, kehadiran LRT Jabodebek perlu dioptimalkan melalui penyediaan jaringan feeder yang terintegrasi, nyaman, dan berkelanjutan.
Proyek Feeder Harjamukti–Mekarsari dirancang sebagai penghubung antara kawasan permukiman padat dan Stasiun LRT Harjamukti. Kehadiran feeder ini diharapkan dapat mempermudah mobilitas masyarakat dan mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.
Direktur LLAKA juga menyoroti tantangan pembiayaan pembangunan infrastruktur perkeretaapian. Berdasarkan Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNAS), kebutuhan pendanaan hingga tahun 2030 mencapai sekitar Rp853 triliun, dengan porsi pendanaan ± 32 persen berasal dari APBN dan ± 68 persen melalui skema pembiayaan alternatif. Oleh sebab itu, pemerintah membuka ruang kolaborasi melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) untuk melibatkan sektor swasta tidak hanya dalam pendanaan, tetapi juga dalam inovasi, pengelolaan, dan efisiensi operasional.
Menurut Direktur, skema KPBU memungkinkan proyek feeder ini menghadirkan layanan transportasi yang modern, aman, dan efisien, sekaligus meningkatkan nilai ekonomi kawasan serta menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.
Lebih lanjut, Direktur menegaskan pentingnya penyelenggaraan konsultasi publik sebagai langkah untuk memastikan proses pembangunan berjalan secara transparan, partisipatif, dan inklusif. Ia berharap adanya dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk kemudahan proses perizinan, pemanfaatan fasilitas umum, optimalisasi right of way (ROW) jalan, hingga pemanfaatan lahan milik pemerintah daerah guna menekan biaya proyek.
Masukan dari para peserta konsultasi publik akan menjadi bahan penting dalam penyempurnaan desain, skema layanan, dan strategi implementasi agar manfaat proyek dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.
Di akhir sambutannya, Direktur LLAKA menyampaikan harapan agar proyek Feeder LRT Harjamukti–Mekarsari ini dapat menjadi pilot project transportasi perkotaan berbasis kerja sama pemerintah dan swasta yang inovatif, terintegrasi, ramah lingkungan, serta mampu mendorong masyarakat beralih ke angkutan umum.

6 Comment
Jhone Michale
Nov 09 2021
replyLorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod temincidid labore et dolore magna aliqua. Ut enim miniming veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.
jhon doe
Nov 09 2021
replyLorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiustempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veninostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip
Jenifer Hearly
Nov 09 2021
replyLorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod temincidid labore et dolore magna aliqua. Ut enim miniming veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.