Direktur LLAKA Hadiri Press Background Kemenhub: Tekankan Transportasi Berkelanjutan dan Penurunan Emisi Nasional

23-10-2025 / 43 Views

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan komitmennya mempercepat pengembangan transportasi berkelanjutan sebagai upaya menekan biaya mobilitas masyarakat dan mengurangi emisi karbon. Hal ini disampaikan dalam kegiatan Press Background bertema “Transportasi Berkelanjutan untuk Masa Depan” yang digelar di Kantor Kemenhub, Jakarta, Kamis (23/10/2025), dan turut dihadiri oleh Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api (LLAKA).

Direktur Angkutan Jalan Ditjen Perhubungan Darat, Muiz Thohir, menjelaskan bahwa biaya transportasi masih membebani masyarakat, khususnya di wilayah yang belum memiliki layanan umum yang memadai. Di Jabodetabek, sekitar 30% pendapatan rumah tangga habis untuk transportasi, sementara di Samarinda angkanya bahkan mencapai 50%. Kondisi ini, menurutnya, berdampak pada ekonomi keluarga dan mendorong tingginya subsidi BBM.

Kemenhub juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri untuk mendorong pemerintah daerah meningkatkan penyediaan transportasi publik yang terjangkau dan ramah lingkungan. Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dan Menhub Dudy Purwagandhi mengenai pentingnya transportasi rendah karbon.

Kepala Pusat Pengelolaan Transportasi Berkelanjutan, Tatan Rustandi, menyebut bahwa kebijakan mitigasi emisi sektor transportasi telah diatur melalui KM 8/2023, meliputi efisiensi energi, penggunaan energi terbarukan, serta transisi menuju moda berbasis listrik dan biofuel. Hal ini tercermin pada pengoperasian kendaraan listrik, kereta berbahan bakar biofuel, kapal dengan biofuel, dan pemanfaatan Bioavtur Jet 2.4.

Di sektor darat, strategi penurunan emisi dilakukan melalui elektrifikasi angkutan umum, pengujian emisi gas buang, kebijakan disinsentif kendaraan pribadi, subsidi angkutan massal, dan revitalisasi simpul transportasi berwawasan lingkungan. Kemenhub juga telah membangun Proving Ground Bekasi sebagai pusat uji emisi kendaraan bermotor.

Pada sektor laut, Ditjen Perhubungan Laut mengembangkan program Ecoport/Green Port melalui pemenuhan standar lingkungan, efisiensi energi, pengelolaan limbah kapal, hingga pelibatan komunitas pelabuhan untuk mendukung inisiatif hijau.

Sementara itu, sektor udara menerapkan langkah dekarbonisasi seperti penggunaan energi terbarukan, modernisasi peralatan ground handling, penggunaan lampu LED, dan pengelolaan limbah sesuai regulasi. Ditjen Perhubungan Udara juga menargetkan implementasi Sustainable Aviation Fuel (SAF) sebesar 1% pada tahun 2027.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur LLAKA Ditjen Perkeretaapian, Arif Anwar, menegaskan bahwa transportasi kereta api merupakan moda yang paling efisien dan rendah emisi. Ia mendorong pengalihan logistik jarak jauh dari truk ke kereta serta perluasan jaringan commuter di wilayah perkotaan. Selain itu, penggunaan B40 pada lokomotif dan pemasangan PLTS di berbagai fasilitas perkeretaapian terus dikembangkan untuk mendukung target penurunan emisi nasional.

6 Comment

Jhone Michale

Nov 09 2021

reply

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod temincidid labore et dolore magna aliqua. Ut enim miniming veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

jhon doe

Nov 09 2021

reply

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiustempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veninostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip

Jenifer Hearly

Nov 09 2021

reply

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod temincidid labore et dolore magna aliqua. Ut enim miniming veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.