DJKA Dukung Program 3 Juta Rumah, Hunian Terintegrasi Berbasis TOD Dikembangkan di Kawasan Stasiun

16-03-2026 / 13 Views

Jakarta, 16 Maret 2026 – Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan turut mendukung pencanangan pembangunan hunian dalam rangka Program 3 Juta Rumah yang digelar di Kawasan Rumah Perusahaan PT Kereta Api Indonesia (Persero), Blok G, Manggarai, Jakarta Selatan.

Kegiatan ini menjadi langkah konkret sinergi antara pemerintah, kementerian/lembaga, serta badan usaha dalam mempercepat penyediaan hunian yang layak, terjangkau, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Direktur Jenderal Perkeretaapian Allan Tandiono menyampaikan bahwa program pembangunan hunian ini sejalan dengan arah pembangunan nasional, khususnya dalam mendorong pemerataan pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, pengembangan hunian juga diarahkan untuk terintegrasi dengan sistem transportasi publik guna menciptakan kawasan yang lebih efisien dan berkelanjutan.

“Pembangunan hunian tidak hanya menjawab kebutuhan tempat tinggal, tetapi juga harus terintegrasi dengan transportasi dan pusat aktivitas masyarakat sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dalam kesempatan yang sama menekankan pentingnya pengembangan hunian berbasis Transit Oriented Development (TOD) sebagai solusi di tengah keterbatasan lahan perkotaan. Menurutnya, konsep TOD memungkinkan integrasi antara hunian, pusat ekonomi, dan transportasi publik dalam satu kawasan yang saling terhubung.

AHY juga menyampaikan bahwa tren urbanisasi global menunjukkan sekitar 70 persen populasi dunia, termasuk Indonesia, akan tinggal dan beraktivitas di kawasan perkotaan. Oleh karena itu, pembangunan hunian vertikal menjadi pendekatan yang paling realistis untuk menjawab kebutuhan tersebut.

Lebih lanjut, AHY mengapresiasi peran PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang memiliki aset strategis di berbagai kota besar yang berpotensi dikembangkan menjadi kawasan hunian terintegrasi berbasis transportasi publik.

Salah satu pengembangan dilakukan di kawasan Stasiun Manggarai dengan luas lahan sekitar 2,2 hektare yang direncanakan akan dibangun delapan tower hunian dengan total sekitar 2.200 unit. Hunian tersebut ditujukan bagi masyarakat, termasuk masyarakat berpenghasilan rendah.

Selain Manggarai, DJKA juga telah mengidentifikasi sejumlah lokasi strategis lainnya untuk pengembangan hunian berbasis kawasan stasiun, antara lain di Stasiun Kiaracondong, Semarang Tawang, dan Surabaya Gubeng. Kawasan-kawasan tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi hunian yang terhubung dengan jaringan transportasi publik, sehingga memberikan kemudahan akses serta mendukung pengembangan kota yang lebih terintegrasi.

Melalui pencanangan ini, pemerintah berharap pembangunan hunian dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dalam menciptakan lingkungan tempat tinggal yang layak, nyaman, dan berkelanjutan.

6 Comment

Jhone Michale

Nov 09 2021

reply

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod temincidid labore et dolore magna aliqua. Ut enim miniming veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

jhon doe

Nov 09 2021

reply

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiustempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veninostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip

Jenifer Hearly

Nov 09 2021

reply

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod temincidid labore et dolore magna aliqua. Ut enim miniming veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.