Pengoperasian MTT di Sumbagsel

09-03-2026 / 10 Views

Lampung, djka.kemehub.go.id/perawatanka - Balai Perawatan Perkeretaapian, unit pelaksana teknis Direktorat Jenderal Perkeretaapian, melakukan layanan perawatan prasarana jalur kereta api menggunakan Multi Tie Tamper (MTT) milik Balai Perawatan Perkeretaapian, dengan mengoperasikan MTT tersebut dari Stasiun Tegineneng, Lampung menuju Stasiun Tanjung Enim Baru, Sumatera Selatan.

Ini sebagai dukungan untuk kelancaran peningkatan mobilitas angkutan barang batu bara di area obyek vital nasional PT Bukit Asam Tbk (PTBA), di Tanjung Enim, Sumatera Selatan.

Pekerjaan yang akan dilakukan oleh MTT Balai Perawatan Perkeretaapian berkaitan dengan pembangunan Train Loading Station (TLS) 6 & 7, khususnya pada tahapan pekerjaan pemasangan jalur rel area Rail Loop, pada akhir Februari hingga Maret 2026.

Pada tahap akhir konstruksi tersebut, akan dilaksanakan pekerjaan tamping dan finishing track geomerty agar jalur yang dibangun dapat dipastikan memiliki kestabilan, kepadatan ballast dan memenuhi toleransi geometri jalur sesuai standar teknis perkeretaapian.

Pengoperasian MTT yang dikawal langsung oleh tim teknis Balai Perawatan Perkeretaapian ini, diharapkan dapat memperkuat kehandalan layanan dalam pengoperasian SMN pada berbagai proyek konstruksi perkeretaapian nasional.

Layanan peminjaman SMN di Balai Perawatan Perkeretaapian terus dipercaya oleh berbagai stakeholder terlibat dalam menangani berbagai project pembangunan infrastuktur perkeretaapian, baik pada jalur kereta api umum, maupun pada jalur kereta api khusus, seperti yang sedang dilakukan di area pertambangan PTBA, Tanjung Enim, Sumatera Selatan.

Pemeriksaan Sarana

Persiapan dilakukan Tim Teknis Balai Perawatan Perkeretaapian dengan melakukan rangkaian prosedur pemeriksaan sarana perkeretaapian milik negara (SMN). Pemeriksaan dilakukan melalui rangkaian Joint Inspection yang pelaksanaan dilakukan dengan stakeholder terkait.

Pemeriksaan Bersama MTT dengan nomor SR 3 17 01 tercatat telah dilakukan dua kali, Selasa (24/2/2026) dan Sabtu (28/2/2026) di emplasement Stasiun Tegineneng, Lampung Selatan.

Agenda pertama dilaksanakan bersama dengan BTP Kelas II Palembang, tim project PP - WIKA - KMK KSO dan perusahaan mitra di bidang konstruksi perkeretaapian.

Tim melakukan setidaknya dua tahap pemeriksaan, dari tahap pemeriksaan komponen sarana hingga tahap uji fungsi sarana.

Tahap pemeriksaan komponen sarana MTT dilakukan sesuai checksheet sarana, melalui pengecekan visual dan beberapa perlakuan dengan menggunakan alat pendukung.

Selama pengecekan, tidak ada temuan berat, hanya beberapa catatan hasil pengamatan yang dipakai untuk mitigasi risiko pengoperasian MTT. Mitigasi menjadi langkah antisipatif agar sarana MTT tidak mengalami gangguan di lapangan ketika pengoperasian. Langkah tersebut diambil Balai Perawatan Perkeretaapian sebagai komitmen untuk mendukung pemenuhan target realisasi pelaksanaan pekerjaan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Setelah pemeriksaan komponen MTT, tahap selanjutnya tim melakukan pengecekan uji fungsi sarana MTT. Uji fungsi dilakukan di emplasemen Stasiun Tegineneng, tanpa menganggu operasional lalu lintas kereta api yang melintasi stasiun.

Tim mengoperasikan unit kerja MTT, untuk mensimulasikan pekerja tamping ballast dan alat track geometry pada rel kereta.

Berdasarkan semua tahap pemeriksaan yang dilakukan, didapatkan hasil bahwa MTT dalam keadaan Siap Operasi (SO).

Setelah pemeriksaan sarana, menjelang mobilisasi sarana ke lokasi pelaksanaan pekerjaan, dilakukan Joint Inspection terlebih dahulu.

Joint Inspection tersebut melibatkan PT KAI (Persero) dari tim Jalan Rel Jembatan Divre IV Tanjungkarang untuk memastikan sarana perkeretaapian siap melintasi jalur raya, karena jalur yang akan dilewati MTT merupakan perlintasan kereta yang masuk wilayah operasi KAI Divre IV.

Usai dinyatakan siap, MTT kemudian dimobilisasi sesuai WAM PT KAI.

Mobilisasi mengambil rute titik awal dari Stasiun Tegineneng, Lampung Selatan hingga tiba di wilayah pertambangan PT Bukit Asam Tbk, Tanjung Enim, Sumatera Selatan. Pengiriman sarana MTT dapat terlaksana dengan lancar tanpa ada kendala. (yogo)

6 Comment

Jhone Michale

Nov 09 2021

reply

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod temincidid labore et dolore magna aliqua. Ut enim miniming veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

jhon doe

Nov 09 2021

reply

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiustempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veninostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip

Jenifer Hearly

Nov 09 2021

reply

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod temincidid labore et dolore magna aliqua. Ut enim miniming veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.