Indonesia Dorong Penguatan Konektivitas dan Interoperabilitas Perkeretaapian ASEAN

04-08-2026 / 12 Views

JAKARTA – Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api (LLAKA) menyampaikan arah kebijakan dan strategi pengembangan perkeretaapian nasional dalam 7th ASEAN Railways Sub-Working Group (ARSWG) Meeting yang berlangsung di Jakarta, Selasa (4/8).

Pertemuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian 35th ASEAN Land Transport Working Group (LTWG) Meeting, 17th ASEAN Multisector Road Safety Special Working Group (MRSSWG) Meeting, 7th ASEAN Railways Sub-Working Group (ARSWG) Meeting, dan 24th ASEAN Highways Sub-Working Group (AHSWG) Meeting yang diselenggarakan pada 3–7 Agustus 2026.

Dalam forum tersebut, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api, Arif Anwar, menyampaikan bahwa pengembangan perkeretaapian Indonesia diarahkan untuk memperkuat konektivitas, meningkatkan efisiensi transportasi, serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan wilayah. Kebijakan tersebut sejalan dengan arah Rencana Strategis Kementerian Perhubungan Tahun 2025–2029.

“Pengembangan perkeretaapian tidak hanya diarahkan pada pembangunan jaringan, tetapi juga bagaimana jaringan tersebut mampu memberikan konektivitas yang lebih baik dengan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi, kawasan industri, kawasan pariwisata, serta wilayah hinterland melalui integrasi antarmoda,” ujar Arif.

Menurutnya, kereta api memiliki peran strategis sebagai salah satu tulang punggung transportasi nasional, baik untuk mobilitas masyarakat maupun pergerakan logistik. Karena itu, pengembangan jaringan perlu dilakukan secara terintegrasi dengan moda transportasi lainnya agar mampu menciptakan sistem transportasi yang lebih efisien dan berdaya saing.

Selain penguatan konektivitas dalam negeri, Indonesia juga melihat pentingnya peningkatan keterhubungan dan interoperabilitas perkeretaapian di tingkat ASEAN. Hal tersebut menjadi salah satu isu penting dalam pengembangan transportasi kereta api regional, seiring meningkatnya kebutuhan mobilitas penumpang dan distribusi barang antarnegara.

ASEAN melalui Strategic Plan on Enhancing Railway Interoperability among ASEAN Member States telah mengidentifikasi sejumlah langkah untuk meningkatkan interoperabilitas perkeretaapian di kawasan. Strategi tersebut antara lain mencakup penyelarasan parameter teknis, penguatan mekanisme kerja sama lintas negara, penyederhanaan proses perlintasan perbatasan, pertukaran informasi secara elektronik, serta pengembangan program digitalisasi perkeretaapian ASEAN.

Dokumen tersebut juga menempatkan penguatan interoperabilitas sebagai bagian penting dalam meningkatkan daya saing angkutan kereta api, khususnya untuk mendukung pergerakan barang lintas negara. Harmonisasi dokumen angkutan dan prosedur perbatasan diharapkan dapat mengurangi waktu tunggu serta meningkatkan efisiensi perjalanan kereta api pada koridor internasional.

Bagi Indonesia, penguatan kerja sama tersebut menjadi peluang untuk terus meningkatkan peran perkeretaapian dalam sistem transportasi kawasan. Pengembangan jaringan nasional yang terhubung dengan simpul-simpul transportasi dan pusat kegiatan ekonomi diharapkan dapat memperkuat rantai logistik sekaligus mendukung konektivitas regional ASEAN.

“Kerja sama di tingkat ASEAN menjadi penting untuk memastikan pengembangan perkeretaapian dapat berjalan secara selaras, tidak hanya dari sisi infrastruktur, tetapi juga dari aspek operasional, teknologi, keselamatan, serta kemudahan perpindahan penumpang dan barang,” lanjut Arif.

Lebih lanjut, digitalisasi juga menjadi salah satu aspek yang semakin penting dalam pengembangan perkeretaapian kawasan. ASEAN mendorong pengembangan ASEAN Rail Digitalisation Program sebagai bagian dari upaya meningkatkan interoperabilitas dan daya saing sektor perkeretaapian. Digitalisasi diharapkan dapat mendukung pertukaran informasi antaroperator serta memperlancar proses pelayanan dan administrasi, termasuk dalam kegiatan lintas batas.

Partisipasi Indonesia dalam ARSWG sekaligus menunjukkan komitmen untuk terus memperkuat kerja sama transportasi dengan negara-negara ASEAN. Forum ini menjadi ruang untuk bertukar pengalaman, menyelaraskan kebijakan, serta membahas tantangan dan peluang pengembangan perkeretaapian yang dapat memberikan manfaat bagi konektivitas dan perekonomian kawasan.

Melalui kerja sama tersebut, Indonesia mendorong terwujudnya sistem perkeretaapian ASEAN yang semakin terintegrasi, aman, efisien, kompetitif, dan berkelanjutan, dengan tetap memperhatikan kebutuhan dan karakteristik masing-masing negara anggota.

Dengan demikian, pengembangan perkeretaapian ke depan tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur nasional, tetapi juga diarahkan untuk membangun konektivitas yang lebih luas di kawasan ASEAN, sehingga kereta api dapat semakin berperan dalam mendukung mobilitas masyarakat, kelancaran logistik, perdagangan, dan pertumbuhan ekonomi regional.

(MK)

6 Comment

Jhone Michale

Nov 09 2021

reply

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod temincidid labore et dolore magna aliqua. Ut enim miniming veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

jhon doe

Nov 09 2021

reply

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiustempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veninostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip

Jenifer Hearly

Nov 09 2021

reply

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod temincidid labore et dolore magna aliqua. Ut enim miniming veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.