Integrasi Perkeretaapian Jadi Kunci Transportasi Jakarta yang Terhubung dan Berkelanjutan

22-10-2026 / 2 Views

Jakarta, 22 Oktober 2026 – Integrasi dan pengembangan jaringan perkeretaapian menjadi salah satu langkah strategis dalam mewujudkan sistem transportasi perkotaan yang terhubung, aman, dan berkelanjutan. Hal tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan dalam Focus Group Discussion (FGD) Integrasi dan Pengembangan Perkeretaapian dalam Sistem Transportasi Jakarta yang diselenggarakan oleh Dinas Perhubungan Pemprov DKI Jakarta, yang turut menghadirkan Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api, Arif Anwar, sebagai narasumber.

Dalam forum tersebut, Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api (LLAKA), Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), menyoroti pentingnya pengembangan perkeretaapian yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperhatikan kebutuhan pelayanan angkutan, kapasitas jaringan, keselamatan perjalanan, dan keterpaduan antarmoda transportasi.

Pengembangan sistem perkeretaapian di Jakarta dan kawasan sekitarnya memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat yang semakin dinamis. Karena itu, perencanaan jaringan dan pelayanan kereta api perlu dilakukan secara terpadu dengan mempertimbangkan keterhubungan antarlayanan, peningkatan kapasitas angkutan, serta kemudahan masyarakat dalam melakukan perjalanan.

Sejumlah rencana pengembangan jaringan yang menjadi perhatian meliputi pengembangan MRT Jakarta, LRT Jakarta, LRT Jabodebek, peningkatan kapasitas jalur kereta api perkotaan, serta pengembangan jaringan kereta api regional. Berbagai program tersebut diharapkan dapat memperkuat konektivitas wilayah sekaligus meningkatkan peran kereta api sebagai tulang punggung transportasi massal.

Selain integrasi jaringan dan pelayanan, aspek keselamatan menjadi perhatian penting dalam pengembangan perkeretaapian. Salah satu isu yang dibahas adalah penanganan perlintasan sebidang, yang memerlukan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyelenggara prasarana perkeretaapian, serta pemangku kepentingan terkait.

Berdasarkan data yang tercantum dalam bahan paparan, terdapat 95 titik perlintasan sebidang di wilayah DKI Jakarta, dengan 85 titik telah dijaga dan 10 titik belum dijaga. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya upaya peningkatan keselamatan melalui evaluasi perlintasan, peningkatan fasilitas keselamatan, serta penanganan lokasi yang berpotensi menimbulkan konflik antara perjalanan kereta api dan lalu lintas jalan.

Penanganan perlintasan sebidang perlu dilakukan secara terencana dengan mempertimbangkan tingkat risiko, kondisi lalu lintas, frekuensi perjalanan kereta api, dan karakteristik lingkungan sekitar. Pada lokasi yang memenuhi kriteria, pembangunan perlintasan tidak sebidang dapat menjadi salah satu alternatif solusi untuk meningkatkan keselamatan sekaligus mengurangi potensi hambatan lalu lintas.

Pembahasan juga mencakup pentingnya pengamanan prasarana MRT dan LRT, terutama untuk memastikan bahwa kegiatan pembangunan di sekitar jalur kereta api tetap memperhatikan ketentuan teknis dan keselamatan operasional.

Di sisi lain, perkembangan teknologi perkeretaapian membuka peluang untuk meningkatkan kualitas pelayanan transportasi perkotaan. Namun, penerapan teknologi dan jenis angkutan rel baru harus didukung kesiapan regulasi, standar keselamatan, infrastruktur, sumber daya manusia, serta proses pengujian dan sertifikasi yang sesuai dengan ketentuan.

Oleh karena itu, setiap rencana pengembangan perlu diselaraskan dengan kebutuhan pelayanan dan karakteristik wilayah, sehingga teknologi yang diterapkan dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat serta mendukung keberlanjutan penyelenggaraan perkeretaapian.

Melalui forum diskusi ini, berbagai isu strategis terkait integrasi jaringan, peningkatan kapasitas angkutan, keselamatan, dan pengembangan teknologi menjadi bahan penting dalam mendukung perencanaan perkeretaapian di Jakarta dan kawasan sekitarnya.

Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api terus mendorong penguatan koordinasi dengan unit teknis dan pemangku kepentingan terkait agar pengembangan jaringan perkeretaapian dapat berjalan selaras dengan kebutuhan pelayanan angkutan. Upaya tersebut mencakup evaluasi kebutuhan kapasitas dan pola operasi, penguatan integrasi layanan, serta koordinasi penanganan isu keselamatan yang berkaitan dengan lalu lintas kereta api.

Dengan perencanaan yang terintegrasi dan koordinasi yang berkelanjutan, pengembangan perkeretaapian diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan transportasi publik, memperkuat konektivitas wilayah, serta mendukung terwujudnya sistem transportasi Jakarta yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan.

 

(MK)

6 Comment

Jhone Michale

Nov 09 2021

reply

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod temincidid labore et dolore magna aliqua. Ut enim miniming veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

jhon doe

Nov 09 2021

reply

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiustempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veninostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip

Jenifer Hearly

Nov 09 2021

reply

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod temincidid labore et dolore magna aliqua. Ut enim miniming veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.