Rel Bukan untuk Dicuri: Tanggung Jawab Bersama Menjaga Barang Milik Negara

22-06-2026 / 8 Views

Padang - Maraknya tindakan pencurian berbagai komponen prasarana perkereteaapian di wilayah kerjanya, menjadi perhatian serius Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Padang. Berbagai pencurian aset negara yang terjadi tak hanya akan merugikan negara, namun juga potensi membahayakan keselamatan perjalanan kereta api. Lebih lagi, akan mengganggu pelayanan transportasi pada masyarakat jika yang dicuri adalah prasarana pada jalur aktif kereta api.

Baik pada jalur perkeretaapian yang saat ini belum beroperasi kembali atau non aktif, tindakan pencurian tetap tidak dapat dibenarkan. Seluruh komponen perkeretaapian tersebut merupakan barang milik negara yang masih memiliki nilai strategis yang perlu untuk dipelihara dan dilestarikan untuk kegiatan di masa mendatang.

Hilangnya satu atau beberapa komponan prasarana perkeretaapian seperti rel, penambat, pelat sambung dan lainnya akan mengurangi kekuatan konstruksi jalur KA serta meningkatkan risiko gangguan operasional apabila tak diketahui ataupun tak ditangani. Sehingga, bisa berpotensi mengalami gangguan yang akan membahayakan banyak orang.

Untuk itu, BTP Padang sebagai perpanjangan tangan Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia akan terus melakukan upaya monitoring prasarana secara berkala serta pengawasan di sepanjang jalur KA. Namun tentu segala upaya tersebut memerlukan dukungan dari seluruh pihak termasuk masyarakat sendiri.

Dalam hal ini, pencurian aset tak hanya akan menyebabkan kerugian material saja, tapi juga akan berdampak pada meningkatnya pemeliharaan serta perbaikan infastruktur nantinya. Anggaran yang seharusnya dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan yang lainnya, terpaksa dialihkan untuk mengganti komponen yang hilang/rusak akibat tindakan yang tak bertanggung awab tersebut.

Untuk diketahui, BTP Padang beberapa saat lalu sudah kembali melaporkan kasus pencurian prasarana perkeretaapian yang terjadi di petak Stasiun Kayutanam - Stasiun Kandang Ampat yang kerugiannya mencapai Rp13 juta.

Humas Balai Teknik Perkeretaapian Padang

6 Comment

Jhone Michale

Nov 09 2021

reply

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod temincidid labore et dolore magna aliqua. Ut enim miniming veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

jhon doe

Nov 09 2021

reply

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiustempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veninostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip

Jenifer Hearly

Nov 09 2021

reply

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod temincidid labore et dolore magna aliqua. Ut enim miniming veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.