Koordinasi Pembahasan Inventarisasi dan Kebutuhan Integrasi Antar Moda pada Simpul Stasiun LRT Sumatera Selatan

10-06-2026 / 24 Views

Palembang — 10 Juni 2026

Dalam rangka mendukung terwujudnya sistem transportasi yang terintegrasi, efisien, dan berkelanjutan, Direktorat Jenderal Integrasi Transportasi Multimoda melaksanakan kegiatan Rapat Pembahasan Inventarisasi dan Kebutuhan Integrasi Antar Moda pada Simpul Stasiun LRT Sumatera Selatan yang bertempat di Ruang Rapat Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan (BPKARSS), Palembang. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat konektivitas antar moda transportasi guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat serta mendorong penggunaan transportasi umum sebagai pilihan utama mobilitas perkotaan.

Rapat tersebut dihadiri oleh Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Palembang beserta jajaran, perwakilan Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan, unsur pemerintah daerah, operator transportasi, instansi teknis terkait, serta berbagai pemangku kepentingan yang memiliki peran dalam penyelenggaraan dan pengembangan sistem transportasi di wilayah Sumatera Selatan. Kehadiran para peserta rapat menjadi wujud komitmen bersama dalam membangun sinergi lintas sektor guna mewujudkan integrasi layanan transportasi yang lebih baik, khususnya pada simpul-simpul Stasiun LRT Sumatera Selatan yang berfungsi sebagai titik pertemuan berbagai moda transportasi.

Kegiatan diawali dengan pemaparan dari Direktorat Jenderal Integrasi Transportasi Multimoda mengenai tujuan pelaksanaan inventarisasi fasilitas dan kebutuhan integrasi antar moda pada simpul stasiun LRT. Dalam pemaparannya disampaikan bahwa keberhasilan sistem transportasi publik tidak hanya ditentukan oleh kualitas layanan pada satu moda transportasi saja, tetapi juga oleh kemudahan perpindahan penumpang dari satu moda ke moda lainnya. Oleh karena itu, diperlukan identifikasi secara menyeluruh terhadap kondisi eksisting fasilitas integrasi yang tersedia saat ini, sekaligus pemetaan kebutuhan pengembangan di masa mendatang.

Selanjutnya, peserta rapat melakukan pembahasan terkait kondisi eksisting pada sejumlah simpul Stasiun LRT Sumatera Selatan. Inventarisasi dilakukan terhadap berbagai aspek yang mendukung integrasi antar moda, antara lain ketersediaan halte angkutan umum, fasilitas naik dan turun penumpang, area park and ride, fasilitas pejalan kaki, jalur sepeda, akses bagi penyandang disabilitas, sistem informasi perjalanan, fasilitas penunjuk arah (wayfinding), hingga dukungan teknologi informasi yang dapat mempermudah pengguna dalam mengakses layanan transportasi. Pembahasan juga mencakup evaluasi terhadap keterhubungan antara layanan LRT dengan moda transportasi lain seperti angkutan kota, bus, angkutan pengumpan (feeder), transportasi daring, serta moda transportasi lainnya yang beroperasi di sekitar kawasan stasiun.

Berbagai masukan dan saran turut disampaikan oleh peserta rapat berdasarkan kondisi lapangan dan pengalaman operasional masing-masing instansi. Beberapa isu strategis yang menjadi perhatian antara lain peningkatan akses first mile dan last mile menuju stasiun, penataan kawasan sekitar stasiun agar lebih ramah bagi pejalan kaki, optimalisasi titik pemberhentian angkutan umum, penyediaan ruang integrasi yang lebih nyaman bagi pengguna, serta pengembangan sistem informasi yang terintegrasi antar moda. Selain itu, dibahas pula potensi pengembangan kawasan berorientasi transit (Transit Oriented Development/TOD) yang dapat mendukung peningkatan mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di sekitar kawasan stasiun.

Melalui pembahasan yang konstruktif dan komprehensif, rapat ini berhasil mengidentifikasi berbagai kebutuhan pengembangan integrasi antar moda pada simpul-simpul Stasiun LRT Sumatera Selatan. Data dan informasi yang diperoleh akan menjadi bahan penting dalam penyusunan rekomendasi teknis, perencanaan program, serta langkah tindak lanjut yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas integrasi layanan transportasi di wilayah Sumatera Selatan.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan terbangun kesamaan persepsi dan komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pengembangan sistem transportasi multimoda yang terintegrasi. Sinergi yang kuat antar instansi diharapkan mampu menghasilkan solusi yang efektif dalam mengatasi berbagai tantangan transportasi perkotaan, sehingga pada akhirnya dapat memberikan pelayanan transportasi yang lebih aman, nyaman, mudah diakses, efisien, dan berkelanjutan bagi masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi langkah strategis dalam mendukung kebijakan nasional penguatan integrasi transportasi antarmoda serta peningkatan penggunaan transportasi publik sebagai bagian dari pembangunan sistem transportasi nasional yang modern khusunya pada wilayah sumatera selatan.

 

Humas Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Palembang
Direktorat Jenderal Perkeretaapian – Kementerian Perhubungan
Instagram: btppalembang | YouTube: btppalembang

6 Comment

Jhone Michale

Nov 09 2021

reply

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod temincidid labore et dolore magna aliqua. Ut enim miniming veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

jhon doe

Nov 09 2021

reply

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiustempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veninostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip

Jenifer Hearly

Nov 09 2021

reply

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod temincidid labore et dolore magna aliqua. Ut enim miniming veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.