BTP Medan Berkomitmen Jaga Kelestarian Aset Negara di Lhokseumawe Melalui Perawatan Berkelanjutan
BTP Medan Berkomitmen Jaga Kelestarian Aset Negara di Lhokseumawe Melalui Perawatan Berkelanjutan
03-08-2026 / 5 ViewsLHOKSEUMAWE – Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Medan melalui Satuan Pelayanan (Satpel) Lhokseumawe terus menunjukkan komitmennya dalam merawat dan mengamankan aset negara. Hal ini tergambar dari tingginya intensitas kegiatan di lapangan sepanjang bulan Juli 2026.
Tim Satpel Lhokseumawe telah melaksanakan serangkaian pembersihan menyeluruh (K3) pada area publik dan fasilitas operasi di sejumlah stasiun kunci, di antaranya Stasiun Muara Satu, Stasiun Kuta Blang, dan Stasiun Krueng Geukueh. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa meskipun layanan operasional kereta belum sepenuhnya aktif kembali, kondisi stasiun tetap bersih, terawat, dan laik fungsi.
Sejalan dengan upaya pemeliharaan, tim di lapangan juga secara rutin melaksanakan inspeksi dan pemantauan kondisi jalur sepanjang lintas Muara Satu – Kuta Blang. Fokus utama dari monitoring ini adalah untuk memetakan pertumbuhan vegetasi liar yang menutupi rel, memantau laju abrasi atau gogosan (seperti yang terjadi di Jembatan Krueng Mane), serta mencegah dan mendata kejadian pencurian aset prasarana.
Petugas melakukan inspeksi keandalan jalur kereta api pada lintas Muara Satu - Kuta Blang. (DOK. BTP KELAS I MEDAN)
Tantangan Keamanan dan Vandalisme
Meski upaya perawatan terus ditingkatkan, BTP Medan dihadapkan pada tantangan yang tidak mudah di lapangan. Tim patroli mendapati adanya tindakan pengrusakan (vandalisme) oleh oknum tidak bertanggung jawab yang menyasar sejumlah fasilitas perkeretaapian dan aset vital negara.
Sebagai upaya mitigasi dan tindak lanjut atas temuan tersebut, BTP Medan mengambil langkah tegas dan terukur. Tim Satpel Lhokseumawe secara konsisten melakukan pencegahan dengan mengintensifkan patroli rutin, memperketat pengamanan di area stasiun maupun depo, serta menerapkan langkah preventif guna memastikan seluruh aset negara tetap terjaga kelestariannya.
Kajian Kelayakan untuk Reaktivasi
Menyikapi berbagai tantangan geografis dan sosial ini, BTP Medan tidak berhenti bergerak. Secara paralel, tim juga tengah mendampingi proses Kajian Kelayakan Teknis (KKT) bersama para pakar dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Kajian mendalam ini bertujuan untuk memetakan secara detail setiap titik kerusakan akibat bencana hidrometeorologi (seperti banjir besar yang melanda akhir 2025 lalu) dan menyusun Detail Engineering Design (DED) yang lebih tangguh sebagai dasar reaktivasi jalur di wilayah Aceh.
BTP Medan sangat mengapresiasi dukungan petugas keamanan di setiap stasiun yang telah bekerja optimal menjaga aset. Namun demikian, partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat di sekitar rel untuk menjaga dan melaporkan tindakan mencurigakan sangatlah dibutuhkan agar infrastruktur perkeretaapian di Aceh dapat segera diaktifkan kembali dan memberikan manfaat maksimal bagi mobilitas warga.

