Pasca Evakuasi Kereta Anjlok, DJKA Kawal Pemulihan Jalur dan Lakukan Audit Menyeluruh

02-08-2025 / 34 Views

Subang, 2 Agustus 2025 –
Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, menyampaikan perkembangan terbaru terkait penanganan insiden anjloknya KA  Argo Bromo Anggrek yang terjadi di emplasemen Stasiun Pegadenbaru, Kabupaten Subang, Jawa Barat pada Jumat, 1 Agustus 2025 pukul 15.47 WIB. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi  serta Direktur Jenderal Perkeretaapian, Allan Tandiono berkesempatan meninjau secara langsung proses evakuasi sarana yang anjlok di lokasi kejadian. "Dapat kami laporkan hingga Sabtu (2/8) pukul 07.09 WIB, seluruh proses evakuasi sarana telah berhasil diselesaikan.Proses pengangkatan sarana dilakukan secara bertahap mulai  tadi malam hingga Sabtu pagi ini, dengan koordinasi intensif untuk menjamin keselamatan personel dan kelancaran operasi, " tutur Allan.


Sebagai informasi, insiden terjadi saat rangkaian KA mengalami anjlokan di jalur emplasemen Stasiun Pegadenbaru, yang berdampak pada tertutupnya jalur hulu dan hilir. Akibatnya, sekitar 4 kilometer prasarana dari titik sinyal blok hingga area wesel mengalami kerusakan. Menanggapi hal tersebut, DJKA bersama PT KAI segera mengerahkan tim evakuasi gabungan, lengkap dengan kereta penolong dan unit crane.


Pemulihan jalur dimulai segera setelah proses evakuasi berlangsung. Penanganan difokuskan pada pelurusan jalur dan perbaikan wesel, termasuk penggantian stang penggerak, stang deteksi serta pergantian bantalan yang rusak.

Allan juga menambahkan bahwa saat ini  jalur yang terdampak telah dibuka kembali dan dioperasikan dengan pembatasan kecepatan secara bertahap untuk menjamin keselamatan. "Jalur yang terdampak telah dapat dilewati kereta api namun untuk menjamin aspek keselamatan dilakukan pembatasan  kecepatan" jelas Allan.

Lebih lanjut Allan menegaskan bahwa DJKA tidak hanya fokus pada pemulihan teknis, tetapi juga telah membentuk tim audit independen guna mengevaluasi akar penyebab kejadian. Selain itu, DJKA juga berkomitmen untuk melanjutkan pengawasan ketat terhadap proses pemulihan dan memastikan agar operasional kereta api khususnya pada jalur terdampak dapat kembali berjalan secara optimal, aman, dan andal.

 
 “Atas nama pemerintah, kami mengapresiasi dedikasi seluruh tim lapangan yang bekerja tanpa henti selama lebih dari 16 jam. Kami telah membentuk tim audit untuk menelusuri penyebab anjlokan, termasuk meninjau sistem pemeliharaan prasarana dan manajemen respons darurat. Ke depannya, kami juga akan memperkuat sistem deteksi dini serta meningkatkan kualitas pemeliharaan jalur untuk mencegah kejadian serupa,” pungkas Allan. (DA/DEB/MES/JM)

6 Comment

Jhone Michale

Nov 09 2021

reply

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod temincidid labore et dolore magna aliqua. Ut enim miniming veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

jhon doe

Nov 09 2021

reply

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiustempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veninostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip

Jenifer Hearly

Nov 09 2021

reply

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod temincidid labore et dolore magna aliqua. Ut enim miniming veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.