Kereta Api dan Perannya dalam Mendukung Transportasi Berkelanjutan di Sumatera Utara

11-08-2026 / 10 Views
 KAMPANYE MOBILITAS
RI
AN
Reza Iman Kaustar, Aulia Nur Arhamni
Humas BTP Medan

Pertumbuhan kota dan meningkatnya mobilitas masyarakat membawa tantangan baru bagi sistem transportasi. Jalan raya yang semakin padat, kebutuhan perjalanan yang terus bertambah, serta dampak emisi terhadap lingkungan membuat pilihan moda transportasi menjadi semakin penting. Di tengah kondisi tersebut, kereta api memiliki peran strategis dalam mendorong sistem transportasi yang lebih efisien, terhubung, dan berkelanjutan.

Transportasi berkelanjutan tidak hanya berbicara tentang kendaraan yang menghasilkan emisi lebih rendah. Konsep ini juga mencakup kemampuan sistem transportasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara aman, terjangkau, efisien, dan dapat digunakan dalam jangka panjang tanpa menimbulkan beban berlebihan bagi lingkungan maupun kawasan perkotaan.

Kereta api memiliki keunggulan karena mampu mengangkut banyak penumpang dalam satu perjalanan. Ketika semakin banyak orang menggunakan angkutan massal, ketergantungan terhadap kendaraan pribadi dapat berkurang. Dampaknya tidak hanya berkaitan dengan penggunaan energi dan emisi per penumpang, tetapi juga berpotensi mengurangi kepadatan lalu lintas serta penggunaan ruang jalan.

International Energy Agency (IEA) menempatkan kereta api sebagai salah satu moda transportasi penumpang dan barang yang paling efisien dalam penggunaan energi. Keunggulan tersebut menjadikan perkeretaapian sebagai bagian penting dalam upaya mengurangi dampak lingkungan dari sektor transportasi.
Kereta Api Sumatera Utara

Ilustrasi layanan angkutan kereta api sebagai tulang punggung transportasi berkelanjutan di Sumatera Utara. (Foto: Humas BTP Medan)

Menghubungkan Pusat Aktivitas di Sumatera Utara

Di Sumatera Utara, kereta api telah menjadi bagian dari mobilitas masyarakat antarkota dan kawasan aglomerasi. Jaringan yang berpusat di Medan menghubungkan sejumlah wilayah seperti Binjai, Kuala Bingai, Kualanamu, Lubuk Pakam, Tebing Tinggi, Pematangsiantar, Tanjungbalai, Kisaran, hingga Rantau Prapat.

Kehadiran layanan tersebut memberikan pilihan perjalanan bagi masyarakat untuk bekerja, menempuh pendidikan, mengunjungi keluarga, menjalankan kegiatan usaha, maupun menuju simpul transportasi lainnya. Bagi sebagian masyarakat, kereta api bukan sekadar pilihan perjalanan, melainkan moda yang mendukung aktivitas sehari-hari dengan waktu tempuh yang relatif terukur karena perjalanannya tidak bergantung pada kondisi lalu lintas jalan raya.

Peran tersebut salah satunya terlihat pada koridor Medan–Binjai–Kuala Bingai. Pada Semester I 2026, layanan kereta api di koridor ini tercatat mengangkut lebih dari 1,34 juta penumpang. Tingginya penggunaan layanan menunjukkan bahwa angkutan massal berbasis rel memiliki tempat penting dalam memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat di kawasan Medan dan sekitarnya.

Sumatera Utara juga memiliki konektivitas kereta api menuju Bandara Internasional Kualanamu. Hubungan antara pusat Kota Medan, kawasan di sepanjang lintas, dan bandara memperlihatkan bagaimana kereta api dapat menjadi penghubung antarmoda. Penumpang memperoleh alternatif untuk melanjutkan perjalanan udara tanpa sepenuhnya bergantung pada kendaraan pribadi atau perjalanan melalui jalan raya.

Lebih dari Sekadar Mengurangi Emisi

Manfaat kereta api bagi transportasi berkelanjutan tidak berhenti pada aspek lingkungan. Dari sisi sosial, angkutan massal memperluas pilihan mobilitas bagi masyarakat, termasuk mereka yang tidak memiliki kendaraan pribadi. Akses transportasi yang baik dapat membantu masyarakat menjangkau pusat pendidikan, layanan kesehatan, kawasan perdagangan, tempat kerja, dan berbagai layanan publik.

Dari sisi ekonomi, konektivitas yang semakin baik dapat mendukung pergerakan masyarakat dan kegiatan usaha antardaerah. Stasiun juga dapat berkembang menjadi simpul aktivitas yang menghubungkan kawasan permukiman dengan pusat pertumbuhan ekonomi. Apabila ditata dengan baik, kawasan di sekitar stasiun berpotensi mendorong pola perjalanan yang lebih ringkas dan mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi.

Kereta api juga menggunakan ruang secara lebih efisien untuk memindahkan penumpang dalam jumlah besar. Keunggulan ini menjadi semakin relevan bagi Medan dan wilayah penyangganya, tempat pertumbuhan penduduk dan aktivitas perkotaan terus meningkatkan kebutuhan perjalanan. Penambahan kapasitas jalan saja tidak selalu dapat menyelesaikan persoalan mobilitas. Dibutuhkan pula angkutan umum yang memiliki kapasitas memadai, jadwal yang jelas, serta terhubung dengan perjalanan awal dan akhir penumpang.

Integrasi Menjadi Kunci

Agar peran kereta api semakin optimal, layanan berbasis rel perlu didukung oleh integrasi yang baik. Masyarakat harus dapat mencapai stasiun dan melanjutkan perjalanan dengan mudah melalui angkutan umum, fasilitas pejalan kaki, ruang naik-turun penumpang, maupun moda lanjutan lainnya.

Kemudahan memperoleh informasi jadwal dan tiket juga menjadi bagian penting dari perjalanan. Begitu pula dengan kenyamanan stasiun, akses bagi penyandang disabilitas, keselamatan di sepanjang jalur, serta kepastian waktu perjalanan. Transportasi berkelanjutan akan semakin berkembang apabila masyarakat merasa bahwa angkutan umum mudah digunakan, aman, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhannya.

Selain peningkatan pelayanan, keberlanjutan perkeretaapian membutuhkan pemeliharaan prasarana secara konsisten. Jalur, jembatan, stasiun, persinyalan, dan fasilitas operasi perlu dijaga agar tetap andal. Pengembangan jaringan juga perlu disusun berdasarkan kebutuhan perjalanan dan pertumbuhan wilayah sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas.

Pilihan Perjalanan untuk Masa Depan

Membangun transportasi berkelanjutan bukan berarti mengandalkan satu moda untuk seluruh kebutuhan perjalanan. Setiap moda memiliki fungsi masing-masing. Namun, untuk koridor dengan pergerakan masyarakat yang tinggi, kereta api dapat menjadi tulang punggung yang dihubungkan dengan moda transportasi lainnya.

Di Sumatera Utara, penguatan layanan kereta api membuka peluang bagi terbentuknya pola mobilitas yang lebih tertata. Kereta api dapat membantu menghubungkan pusat kota dengan wilayah penyangga, bandara, kawasan ekonomi, dan kota-kota lain secara lebih efisien. Pada saat yang sama, masyarakat memperoleh alternatif perjalanan yang dapat mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi.

Pada akhirnya, keberlanjutan transportasi tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga oleh kualitas pelayanan dan kebiasaan masyarakat dalam memilih moda perjalanan. Dengan jaringan yang andal, pelayanan yang mudah diakses, serta integrasi antarmoda yang semakin baik, kereta api dapat terus mengambil peran penting dalam mewujudkan mobilitas yang lebih aman, efisien, inklusif, dan ramah lingkungan di Sumatera Utara. (RZ/ARH)

6 Comment

Jhone Michale

Nov 09 2021

reply

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod temincidid labore et dolore magna aliqua. Ut enim miniming veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

jhon doe

Nov 09 2021

reply

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiustempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veninostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip

Jenifer Hearly

Nov 09 2021

reply

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod temincidid labore et dolore magna aliqua. Ut enim miniming veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.